Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar memaparkan sejumlah usulan yang perlu direalisasikan.
Di antaranya, yakni Pembangunan Sistem Pengelolan Air Minum di Bintan, Penataan Kawasan Wisata Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang, serta Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah, Pelabuhan Malarko, dan Jalan Nasional Kundur di Karimun.
Kemudian, juga diperlukan percepatan realisasi untuk Pengembangan Bendungan Jelutung di Lingga, Jalan Nasional, Pelabuhan Samudera Teluk buton, dan PLBN Serasan di Natuna. Pengembangan Bandara Letung Anambas, dan Jalan Nasional. Serta beberapa seperti Galang Batang, Batam Aero Technic, dan Nongsa Digital Park.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya Pemprov Kepri untuk menyukseskan proyek Jembatan Batam Bintan.
Ridwan seakan mempertegas pendapat salah seorang anggotanya yang ingin pembangunan Jembatan Babin itu dipercepat dan selesai sebelum 2024.
Lebih lanjut, Tim Pembangunan Batam Bintan dari Kementerian PUPR, Reni menyampaikan bahwa proyek pembangunan Jembatan Batam Bintan telah sesuai dengan Perda dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah serta telah dilakukan upaya penyiapan berupa pembebasan lahan dan sosialisasi sesuai AMDAL.
Selain KPBU, Pemerintah melalui APBN mengalokasikan dana sebera Rp3,34 triliun untuk jalan dan pembangunan jembatan dari Batam ke Pulau Tanjungsauh. Sisanya melaui KPBU sekitar Rp9,78 triliun. (yra/rls)
Baca juga: Gubernur Kepri Ajak Presiden Jokowi Kunjungi Karimun, Ini Responnya





