Markus Garlauskas adalah Direktur Inisiatif Keamanan Indo-Pasifik atau IPSI di Dewan Atlantik.
“Sebetulnya, dulu ada upaya untuk merangkul Tiongkok. Namun, Amerika Serikat serta sekutu-sekutu dan mitra-mitranya pada dasarnya merasa dimanfaatkan oleh Tiongkok waktu itu. Tiongkok tidak mengambil keuntungan dari hal ini untuk mengubah perilaku dan kerja samanya, melainkan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mengumpulkan informasi intelijen dan mencoba mendapatkan lebih banyak penerimaan atas apa yang seharusnya dianggap sebagai perilaku yang tidak dapat diterima.”
Kini, para pejabat mengatakan latihan dua tahunan ini mengirimkan pesan yang kuat kepada Tiongkok untuk berhenti melakukan intimidasi terhadap negara-negara tetangganya.
Garlaukas mengatakan, “Mereka tidak hanya akan menghadapi Amerika Serikat di negara yang mereka target, namun juga berpotensi menghadapi respons dari berbagai negara yang memiliki kepentingan sama dalam menghalangi dan menghadapi agresi Tiongkok yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”
Negara-negara RIMPAC tahun ini akan berlatih menarget kapal serbu USS Tarawa yang sudah dinonaktifkan, untuk mengetahui seberapa efektif senjata mereka dalam menenggelamkan musuh berukuran besar dan terlindungi di perairan terbuka.
Latihan selama berpekan-pekan ini akan berakhir pada awal Agustus. [voa]
Jaringan: VOA






