BATUSANGKAR, Jurnalterkini.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Rio M Sitorus, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Leonardo Silalahi, serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Akhmad Widodo, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Batusangkar, Rabu (10/6/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kunrat meninjau langsung sejumlah aspek penting, mulai dari pelaksanaan layanan makanan, fasilitas kesehatan, hingga program pembinaan kemandirian melalui kegiatan ketahanan pangan.
Didampingi Kepala Rutan Batusangkar Reza Aulia Kurniawan, ia terlebih dahulu meninjau area dapur sehat untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar operasional prosedur.
Dari hasil peninjauan, Kunrat memberikan apresiasi tinggi atas kondisi dapur yang dinilai bersih, tertata, dan higienis, serta kualitas makanan yang telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Saya melihat langsung proses pengolahan makanan berjalan dengan baik. Kebersihan terjaga, prosedur dijalankan sesuai aturan, dan yang terpenting hak warga binaan mendapatkan makanan yang layak dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Selanjutnya, ia meninjau fasilitas kesehatan di Poliklinik Rutan Batusangkar, termasuk memeriksa ketersediaan sarana prasarana penunjang dan tenaga kesehatan yang bertugas.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal sesuai standar yang berlaku.
“Pelayanan kesehatan adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Saya mengapresiasi upaya jajaran di sini dalam menjaga kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga binaan,” tambahnya.
Kunjungan dilanjutkan ke area Sarana Asimilasi dan Edukasi untuk melihat langsung pelaksanaan program ketahanan pangan.
Pada kesempatan tersebut, Kunrat bersama Kepala Rutan turut melakukan panen telur ayam petelur dan panen ikan lele dari kolam portable yang dikelola sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Ia memuji inovasi yang diterapkan, di mana lahan terbatas dan area yang sebelumnya tidak produktif berhasil diubah menjadi sarana pembinaan yang bernilai ekonomi sekaligus edukatif.
“Program ini patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan, lahan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian warga binaan. Langkah ini sejalan dengan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Batusangkar Reza Aulia Kurniawan menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
“Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik, baik dalam pemenuhan hak dasar maupun melalui program pembinaan yang produktif. Dukungan dan apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sumatera Barat untuk memastikan seluruh aspek layanan berjalan sesuai standar, sekaligus mendorong setiap satuan kerja untuk terus berkreasi dan meningkatkan kinerja dalam melayani warga binaan. (Dion).





