KARIMUN, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun Iskandarsyah menekankan dua tugas pokok utama yang harus segera diemban oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang baru, Liza Bharliyantie Hilsya, yakni optimalisasi pelayanan publik dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Liza Bharliyantie Hilsya resmi dilantik oleh Bupati Iskandarsyah di Rumah Dinas Bupati Karimun pada Jumat (29/5/2026) malam, setelah dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi dalam proses seleksi terbuka (open bidding).
Seleksi tersebut digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karimun guna mengisi kekosongan jabatan pasca-meninggalnya Direktur Utama sebelumnya, almarhum Rudiansyah.
Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Mengingat latar belakang Liza yang kuat di bidang keuangan, ia dinilai memiliki kapasitas strategis untuk memimpin perusahaan daerah kepelabuhanan tersebut di tengah tantangan ekonomi makro.
“Ada dua hal inti yang menjadi tugas besar beliau ke depan, yaitu peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi pendapatan (PAD). Dengan pengalaman di sektor keuangan, kami berharap ini menjadi energi baru bagi PT Pelabuhan Karimun,” ujar Iskandarsyah seusai prosesi pelantikan.
Iskandarsyah menjabarkan, indikator keberhasilan sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya diukur secara kaku dari nominal deviden atau PAD yang disetorkan ke kas daerah. Peran sosiologis seperti penyerapan tenaga kerja lokal juga menjadi tolok ukur krusial.
Ia mengapresiasi kinerja transisi BUMD kepelabuhanan tersebut yang dalam setahun terakhir mampu menyerap hingga 30 tenaga kerja baru. Dengan asumsi upah rata-rata Rp3 juta per bulan, perputaran ekonomi dari sektor ketenagakerjaan pelabuhan ini diperkirakan mencapai Rp1,08 miliar per tahun.
“Artinya, kontribusi nyata terhadap daerah juga harus dilihat dari sisi pengurangan angka pengangguran. Kami melihat capaian ini sudah sangat baik dan harus terus ditingkatkan oleh manajemen yang baru,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Iskandarsyah menantang Dirut baru untuk melahirkan kreativitas dan inovasi bisnis yang progresif. Manajemen PT Pelabuhan Karimun diminta tidak terjebak dalam rutinitas pengelolaan pas pelabuhan konvensional, melainkan aktif membangun kolaborasi strategis dengan sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pelindo.





