Pertama di Sumbar, Rutan Batusangkar Sukses Gelar Wisuda Pesantren Ibadah untuk Warga Binaan

Rutan Batusangkar Sukses Gelar Wisuda Pesantren Ibadah untuk WBP. (Foto Dion/Jurnalterkini).
Rutan Batusangkar Sukses Gelar Wisuda Pesantren Ibadah untuk WBP. (Foto Dion/Jurnalterkini).

BATUSANGKAR, Jurnalterkini.id – Sebuah terobosan baru hadir di dunia pemasyarakatan Sumatera Barat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Batusangkar menjadi yang pertama menggelar Wisuda Pesantren Ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 32 orang dinyatakan lulus dalam program pembinaan berbasis keagamaan yang berlangsung secara intensif, menandai babak baru pendekatan pembinaan di lembaga pemasyarakatan daerah ini.

Bacaan Lainnya

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Rutan saat prosesi berlangsung. Mengenakan pakaian koko putih dan peci, para wisudawan tampak duduk tertib dan penuh perhatian.

Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Rutan Batusangkar, Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Tanah Datar, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar.

Menjadi yang pertama di Sumatera Barat, kegiatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bukti nyata komitmen untuk memperkuat aspek spiritual sebagai fondasi perubahan perilaku.

Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Rutan Batusangkar dan Kantor Kementerian Agama Tanah Datar, guna memastikan program serupa dapat berlanjut secara berkelanjutan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Batusangkar Reza Aulia Kurniawan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar Hendri Pani Dias.

Momen penting tersebut disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri, serta sejumlah pejabat dan tokoh agama lainnya.

Dalam laporannya, Kepala Rutan Batusangkar, Reza Aulia Kurniawan menjelaskan rincian peserta program. Dari 32 orang yang diwisuda, 20 di antaranya merupakan peserta binaan bersama BKPRMI dan dinyatakan lulus 100 persen.

Sementara 12 orang lainnya berasal dari program binaan Kementerian Agama. Dari total 20 peserta awal, empat orang tidak lulus dan empat lainnya telah mendapatkan hak bebas sebelum program selesai.

“Kami sangat bangga dapat menjadi pelopor kegiatan ini di Sumatera Barat. Tujuannya sederhana namun mendasar: membentuk warga binaan yang memiliki iman kuat, akhlak mulia, dan tanggung jawab. Ini adalah investasi jangka panjang agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ujar Reza.

Ketua DPD BKPRMI Tanah Datar Roni Saputra menyampaikan harapannya agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di dalam rutan. “Semoga apa yang dipelajari menjadi bekal hidup, baik saat masih menjalani masa pembinaan maupun nanti saat berkumpul kembali dengan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar menegaskan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

“Tempat ini bukan akhir dari segalanya. Justru di sini hati dapat dibersihkan dan tekad berubah dibangun. Kami siap terus mendukung setiap langkah positif ini,” tambahnya.

Apresiasi tertinggi disampaikan oleh Kepala Kanwil Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri. Ia menilai kegiatan ini sangat sesuai dengan hakikat pemasyarakatan, yaitu memulihkan hidup, kehidupan, dan penghidupan.

“Menjadi yang pertama tentu bukan hal mudah, tapi ini membuktikan bahwa inovasi dan kerja sama dapat melahirkan hal baik. Semoga ini menjadi contoh bagi unit lain di Sumatera Barat,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan dan penyematan medali secara simbolis. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan aman. Sebagai kegiatan perdana, Wisuda Pesantren Ibadah di Rutan Batusangkar membuka harapan baru bahwa di balik tembok pembatas, kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik selalu terbuka lebar. (Dion).

Total Views: 18

Pos terkait