Koalisi Perempuan Desak Presiden Hentikan Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Pemilu
Perempuan aktivis senior, yang pernah menjabat berbagai badan terkemuka di dalam dan luar negeri, Zumrotin Susilo, saat membacakan seruan dari Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM, mengatakan dengan tegas, “Kami mendesak presiden untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan dalam pemilu 2024. Kami menolak ketidaknetralan presiden karena merusak demokrasi, mengoyak keadilan dan memecah bangsa, serta menolak penyalahgunaan kekuasaan dalam mendukung pasangan calon dengan melanggar konstitusi, mengukuhkan nepotisme, oligarki dan patriarki.”
Mewakili ratusan perempuan yang berunjukrasa, ia mengatakan presiden telah meninggalkan nilai-nilai demokrasi berperspektif perempuan dan tidak menganggap penting seruan moral dan kritik, tidak saja dari kelompok-kelompok perempuan, tetapi juga organisasi masyarakat sipil dan universitas-universitas.
Koalisi Perempuan Siap Perluas Jaringan ke Daerah
Secara terpisah, seorang aktivis perempuan lain yang hanya ingin disebut sebagai Ulfa, mengatakan koalisi ratusan aktivis perempuan ini akan terus bersuara dan memperkuat jaringan mereka ke kelompok-kelompok perempuan di berbagai daerah.
“Kami tidak akan berhenti untuk memberitahu Jokowi untuk segera berhenti melakukan cawe-cawe pada Pemilu 2024 ini. Biarkan pemilu berjalan sesuai aturan, biarkan ada penegakan hukum, ketika ada yang melanggar dia harus diberi sanksi, tidak dibiarkan bahkan justru diberi ruang untuk tidak mendapat sanksi yang harus diberikan sesuai aturan yang berlaku,” kata Ulfa.





