Kegagalan roket Simorgh, yang berarti burung phoenix, telah menjadi bagian dari serangkaian kemunduran dalam beberapa tahun terakhir bagi program luar angkasa sipil Iran, termasuk kebakaran fatal dan ledakan roket di landasan peluncuran yang menarik perhatian mantan Presiden AS Donald Trump.
Amerika Serikat sebelumnya mengatakan, peluncuran satelit Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan meminta Teheran untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan rudal balistik yang mampu menghasilkan senjata nuklir.
Sanksi PBB terkait program rudal balistik Iran telah berakhir pada Oktober lalu.
Pengukuran tingkat ancaman global yang dilakukan komunitas intelijen AS pada 2023 mengatakan bahwa pengembangan perangkat peluncuran satelit “memperpendek waktu” yang dibutuhkan Iran untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua karena senjata tersebut menggunakan teknologi serupa.
Pihak militer AS dan Departemen Luar Negeri tidak segera merespons permintaan tanggapan.
Namun, militer AS diam-diam mengakui keberhasilan peluncuran satelit Iran pada 20 Januari, yang dilakukan oleh pasukan paramiliter Garda Revolusi negara tersebut. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih





