JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa laju inflasi di 2024 akan berada di kisaran 2,5 persen plus minus satu persen. Target tersebut turun sedikit dari target inflasi tahun lalu yang dipatok di tiga persen plus minus satu persen.
“Untuk di tahun 2024 ini ditargetkan angka 2,5 persen plus minus satu persen,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers mengenai hasil High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Menurutnya, capaian inflasi pada tahun lalu yang mencapai 2,61 persen, sehingga Indonesia menjadi salah satu negara dengan inflasi terendah. Indonesia katanya hanya kalah dari negara-negara seperti Jepang, Saudi Arabia, Italia dan China. Namun di antara negara-negara G20, Indonesia masih lebih baik dari Argentina, Turki, Rusia, India dan Amerika Serikat.
Guna mencapai target inflasi 2024 ini, pemerintah, kata Airlangga, memaparkan sejumlah strategi termasuk menerapkan kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dengan upaya mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi; mengendalikan inflasi pangan yang tidak stabil agar dapat terkendali di bawah lima persen dengan fokus pada komoditas beras, aneka cabe, bawang.
Selain itu, pemerintah, katanya, juga akan menjaga ketersediaan pasokan dengan mendistribusikan pangan ke berbagai daerah serta mengantisipasi pergeseran musim panen dan menjaga harga menjelang hari besar keagamaan.
“Kemudian memperkuat ketahanan pangan dengan tentunya produktivitas itu kita amankan, kemudian juga ketersediaan data diperlukan dan memperkuat strategi antara TPID-TPID dan juga melanjutkan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan serta komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi,” tambahnya.





