Anies dan Ganjar Naik Haji: Kompak Ibadah di Tengah Persaingan Pilpres

Para jemaah haji mengelilingi Ka'bah, bangunan kubik di Masjidil Haram, dalam pelaksanaan ibadah haji tahunan di Mekkah, Arab Saudi, Minggu, 25 Juni 2023. (AP/Amr Nabil)
Para jemaah haji mengelilingi Ka'bah, bangunan kubik di Masjidil Haram, dalam pelaksanaan ibadah haji tahunan di Mekkah, Arab Saudi, Minggu, 25 Juni 2023. (AP/Amr Nabil)

Pertemuan Banyak Makna

Ahmad Norma mengatakan ada banyak makna muncul dari pertemuan yang terekam kamera itu. Sebagai sesama politisi yang akan beradu dalam Pilpres mendatang, sulit membayangkan bahwa peristiwa itu adalah sebuah ketidaksengajaan.

Bacaan Lainnya

“Kalau seperti inikan seolah-olah mereka tidak sengaja bertemu. Tetapi ya dalam politik itu nyaris mustahil sesuatu yang tidak disengaja atau kebetulan. Pasti semuanya sudah dihitung, ditimbang dan direncanakan,” ujar Ahmad Norma.

Jika pertemuan itu dilakukan di Indonesia, pemberitaan media tentu akan luar biasa. Demikian pula jika keduanya bertemu di luar negeri, tetapi bukan di Arab Saudi dalam kerangka ibadah haji, banyak dugaan pasti akan muncul. Karena peristiwa ini ada di tengah ibadah haji, publik relatif tidak terpancing untuk menduga, bahwa ada kesepakatan khusus di antara keduanya.

Namun di sisi lain, Anies dan Ganjar adalah calon presiden yang saat ini sama-sama sedang berhadapan dengan situasi penuh ketidakpastian. Selalu ada kebutuhan spiritual dalam diri mereka, untuk menenangkan diri. “Dalam situasi ketidakpastian, aspek ritual itu menjadi sangat penting,” beber Ahmad Norma.

Dia mencontohkan, menjadi semacam tradisi bagi kalangan politisi di Indonesia secara umum, ketika berada dalam situasi dilematis, mereka pergi beribadah umroh. Bukan hanya politisi dari partai keagamaan, tetapi juga mereka dari partai nasionalis.

Selain itu, peristiwa ini dalam titik tertentu, politisi nasional juga merasa perlu menegaskan identitas keagamaan mereka untuk memberi kesan kepada pemilih muslim. “Saya kira, ini juga pasti upaya untuk menampilkan sosok Ganjar. Karena nanti kalau disandingkan dengan Anies, kalau dibiarkan secara natural, pilihannya adalah Anies Itu religius, Ganjar itu nasionalis. Pilihannya begitu,” papar Ahmad Norma.

Tunjung Sulaksono juga melihat ada unsur spiritual, baik bagi Anies maupun Ganjar dalam ibadah haji kali ini. Lepas bahwa unsur politiknya cukup terlihat, di satu sisi tentu sah-sah saja bagi mereka untuk beribadah haji, meski waktunya pas dengan momen politik.

Namun, di tengah situasi politik saat ini, keduanya juga membutuhkan kekuatan spiritual. “Ketika mau menghadapi sesuatu yang besar, memang saya kira akan merujuk atau akan kembali, kepada yang dia merasa akan mampu memberinya kekuatan moral spiritual,” kata Tunjung.

Dia menambahkan, “Siapapun orangnya, pasti membutuhkan dukungan spiritual yang luar biasa untuk bisa menghadapi momen 2024 nanti.”

Namun, katanya, bisa muncul penilaian, bahwa publikasi ibadah haji yang dilakukan keduanya adalah bagian dari upaya menunjukkan kedekatan mereka kepada Arab Saudi. Bagaimanapun, keduanya berangkat haji atas undangan pemerintah kerajaan tersebut.

Total Views: 643

Pos terkait