Gubernur Mahyeldi Dukung Gagasan ASN Bekerja Dekat Domisili: “Kami Sudah Terapkan Sejak Lama”

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Wagub Sumbar, Vasco Ruseimy. (Foto Adpim Sumbar).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Wagub Sumbar, Vasco Ruseimy. (Foto Adpim Sumbar).

PADANG, Jurnalterkini.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut positif gagasan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sedang menguji coba kebijakan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Menurutnya, langkah ini dapat menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, sehingga meningkatkan motivasi, produktivitas, serta kualitas pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

Mahyeldi mengungkapkan bahwa sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, ia sudah lama menjadikan aspek domisili sebagai salah satu pertimbangan dalam penempatan maupun mutasi pegawai, baik saat menjabat sebagai Wali Kota Padang maupun sekarang sebagai Gubernur. Namun, hal itu tetap diselaraskan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi pegawai, dan kepentingan utama pelayanan kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya kami sangat menyambut baik gagasan tersebut. Kami bahkan sudah menerapkannya sejak lama, baik saat menjadi Wali Kota maupun Gubernur saat ini,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan ASN yang bertugas dekat dengan keluarga cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih tenang, sehingga lebih fokus dan bersemangat bekerja. Meski demikian, ia menegaskan kedekatan tempat tinggal tidak boleh mengurangi profesionalisme. Penempatan harus tetap memperhatikan pemerataan sumber daya manusia serta kebutuhan instansi.

“Yang paling utama adalah pelayanan publik tetap berjalan optimal. Harus ada keseimbangan antara kepentingan pegawai dan kebutuhan organisasi,” tegasnya.

Mahyeldi berharap uji coba BKN ini menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan kebijakan nasional. Jika diterapkan dengan tepat dan tetap berpegang pada sistem merit, kebijakan ini akan meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus memperkuat kinerja birokrasi yang berorientasi pada pelayanan.

Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Menteri PANRB Rini Widyantini, yang menegaskan kebijakan ini boleh diterapkan asalkan tidak menurunkan kualitas layanan. Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan program bertajuk “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga” saat ini baru dalam tahap uji coba internal di lingkungan BKN.

Program ini didasari harapan agar beban biaya transportasi dan tempat tinggal berkurang, serta keseimbangan hidup pegawai terjaga sehingga kinerja menjadi lebih baik. “Tujuannya agar pegawai lebih bahagia, lebih hemat, dan pada akhirnya bekerja lebih maksimal untuk masyarakat,” pungkas Zudan. (Dion).

Total Views: 12

Pos terkait