Menlu Retno Sebut Ada Upaya Sistematis untuk Terus Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terhenti setelah dirusak oleh para pemukim Israel dekat pos pemeriksaan tak jauh dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa, 14 Mei 2024. (Foto: Mussa Qawasma/Reuters)
Truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terhenti setelah dirusak oleh para pemukim Israel dekat pos pemeriksaan tak jauh dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa, 14 Mei 2024. (Foto: Mussa Qawasma/Reuters)

Lebih jauh, Agung memaparkan hal lain yang juga harus terus diupayakan dalam konteks perdamaian dan resolusi konflik adalah adanya positive peace atau perdamaian yang sifatnya harmonis, langgeng, jangka panjang dan menunjukkan bahwa kedua belah pihak bisa hidup secara berdampingan.

“Kalau kemudian positive peacenya belum bisa dicapai, yang kemudian harus tetap diupayakan secara segera dan darurat adalah negative peacenya atau ketiadaan kekerasannya. Salah satu gagasan yang penting kemudian kembali untuk dicoba adalah kehadiran pasukan internasional, dalam hal ini adalah memang pasukan yang punya legitimasi entah di bawah UN atau bersama dengan negara-negara Arab itu memberikan suatu ruang bahwa kekerasan harus berusaha untuk kemudian ditekan. Walaupun ini memang membutuhkan afirmasi dari kedua belah pihak yang berperang,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya upaya tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk kemudian memulai pembicaraan terkait penciptaan peace building dan hal-hal positif lainnya. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 710

Pos terkait