Menlu Retno Sebut Ada Upaya Sistematis untuk Terus Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terhenti setelah dirusak oleh para pemukim Israel dekat pos pemeriksaan tak jauh dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa, 14 Mei 2024. (Foto: Mussa Qawasma/Reuters)
Truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terhenti setelah dirusak oleh para pemukim Israel dekat pos pemeriksaan tak jauh dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa, 14 Mei 2024. (Foto: Mussa Qawasma/Reuters)

Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI) Agung Nurwijoyo mengatakan kejadian yang baru-baru ini terjadi menandakan bahwa Israel tidak memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan perdamaian.

Maka dari itu, menurutnya, hal mendesak yang harus dilakukan adalah upaya peningkatan status Palestina sebagai negara yang berdaulat. Menurutnya, tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina ini terjadi karena di dalam meja perundingan tidak ada pihak yang setara, sehingga Israel menganggap pihak Palestina dalam hal ini Hamas bukanlah sebagai negara atau state.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah pembicaraan kalau dalam meja perundingan antara state dengan non-state. Maka kemudian agar mengukuhkan posisi ini dalam posisi yang memang sifatnya setara maka posisi state-nya ini harus kemudian diafirmasi. Rasa-rasanya kemudian kita melihat dalam konteks Majelis Umum PBB yang terakhir dalam sidang umumnya di mana 143 negara yang kemudian mendukung peningkatan status Palestina, dan ini menjadi rekomendasi untuk Dewan Keamanan PBB yang menunjukkan bahwa kondisi ini memang memberikan sinyalemen bahwa dunia telah berubah,” ungkap Agung.

Yang dimaksud Agung bahwa dunia telah berubah adalah masyarakat global sudah jengah melihat tindakan yang telah dilakukan Israel selama ini. Dalam konteks diplomasi global, hal tersebut juga ditandai dengan berbagai macam tindakan isolasi dari negara-negara besar terhadap Israel.

“Tetapi jangan kemudian kita langsung buru-buru membicarakan masalah, ok, kalau kemudian statusnya naik jadi negara berdaulat lalu wilayahnya gimana? Saya pikir poin wilayah itu akan menjadi pembicaraan lebih lanjut. Tapi setidaknya peningkatan status itu yang menjadi poin yang sifatnya sangat-sangat krusial,” jelasnya.

Total Views: 769

Pos terkait