Jurus Terakhir Jelang Pemungutan Suara

Tiga pasang capres-cawapres mengikuti debat kelima atau debat terakhir di Jakarta, hari Minggu (4/2/2024). Courtesy : TPN Prabowo-Gibran
Tiga pasang capres-cawapres mengikuti debat kelima atau debat terakhir di Jakarta, hari Minggu (4/2/2024). Courtesy : TPN Prabowo-Gibran

Tom Lembong: “Kami Sangat Percaya pada Engagement dibanding Seremonial”

Berbeda dengan tim pemenangan Ganjar atau Prabowo yang kerap melakukan kampanye masif, tim Anies-Cak Imin lebih memilih format dialog saat berkampanye.

Bacaan Lainnya

“Yang kami sangat percaya adalah engagement, bersilaturahmi yang lebih dari sekedar seremonial, tapi benar-benar dialog. Kami punya forum ‘Desak Anies’, ‘Slepet Imin’, dan ‘Locker Room Timnas’. Ini luar biasa sekali. Bahkan ada pendukung paslon sebelah yang juga ikut hadir, mendesak dan mempertanyakan, menagih janji-janji kami, apakah sesuai fakta dan realitas,” ujar Tom Lembong dalam wawancara khusus VOA di Washington D.C.

Beragam Cara Raih Suara Pemilih Pemula

Ketiga capres-cawapres ini menarget anak muda, terutama pemilih pemula, yang menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlahnya mencapai 56 persen.

TPN AMIN: Lapangan Kerja Jadi Keprihatinan Utama Anak Muda

Tom Lembong mengatakan timnya sangat percaya bahwa “generasi milenial dan Z adalah yang paling terdidik dalam sejarah negara kita, dan sejak usia muda sudah dapat mengkofirmasi seluruh informasi dari semua penjuru dunia, lewat YouTube, sosmed, Netflix dan lain lain. Jadi mereka sudah bertahun-tahun menyerap berbagai informasi kekinian, termasuk mengenai ekonomi, lingkungan hidup, isu sosial.”

“Saya kira isu utama bagi pemilih muda saat ini adalah lapangan pekerjaan, dan sulitnya mencari pekerjaan yang membanggakan dengan penghasilan dan jadwal kerja yang stabil,” jelasnya.

TPN Prabowo Sebut Sosok Gibran

Tim pemenangan Prabowo-Gibran menjaring suara pemilih pemula dengan membentuk beberapa tim yang fokus pada isu yang menjadi perhatian anak muda, seperti isu lapangan pekerjaan, lingkungan hidup dan perempuan.

Saraswati Djojohadikusumo menyebut sosok Gibran Rakabuming Raka yang diusung sebagai cawapres sebagai faktor yang ikut menentukan.

“Kampanye bukan hanya persoalan kampanye akbar, tetapi pelibatan anak muda. Ini ditunjukkan dengan keberadaan Gibran sebagai anak muda yang tidak saja ada di lingkaran elit tapi di lingkaran tertinggi sebagai cawapres. Ia merepresentasikan anak-anak muda dan kita merasa terwakili di situ. Jangan lupa, dengan 56 persen pemilih muda maka andil terbesar untuk menentukan bangsa ini untuk Inodnesia Maju dan Indonesia Emas tahun 2045 ada di tangan anak-anak muda. Kami ingatkan agar ambyar boleh, golput jangan!,” jelasnya.

Pos terkait