KARIMUN, JurnalTerkini.id – Gemericik air hujan yang membasahi jalanan Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, kini tak lagi menjadi kekhawatiran bagi Umar dan jemaah Masjid Nurul Huda.
Dulu, setiap kali hujan deras mengguyur, pelataran masjid yang berbatasan langsung dengan jalan umum itu kerap berubah menjadi genangan lumpur becek. Sepatu dan alas kaki para jemaah kerap kotor sebelum sempat melangkah ke serambi masjid untuk menunaikan shalat.
Kondisi tersebut sempat bertahan cukup lama. Pengurus masjid yang mengandalkan swadaya masyarakat terpaksa menghentikan pengerjaan lantai halaman karena keterbatasan anggaran. Pemasangan batu paving pun terhenti di tengah jalan.
“Kalau musim hujan, halaman menjadi becek dan kotor sehingga jemaah kurang nyaman saat datang ke masjid,” kata Umar, Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda, mengingat kondisi pelataran tempat ibadahnya kala itu.
Perubahan mulai terasa ketika bantuan dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah menyasar masjid pedesaan di pesisir Karimun tersebut.
Kucuran bantuan dialokasikan untuk menyelesaikan sisa area halaman yang belum tersentuh semen dan batu paving. Kini, pelataran masjid tidak hanya tampil lebih bersih dan rapi, tetapi juga siap menampung jajaran kendaraan jemaah yang hendak beribadah maupun menghadiri kegiatan keagamaan warga.
Umar mengungkapkan, selesainya penataan pelataran tersebut tidak sekadar menghadirkan kenyamanan fisik, tetapi juga membangkitkan kembali semangat bergotong-royong warga desa dalam memakmurkan masjid.
“Alhamdulillah, dengan bantuan ini pemasangan paving dapat dilanjutkan. Akses menuju masjid menjadi jauh lebih mudah dan bersih,” tuturnya.
Bagi masyarakat Desa Kundur Barat, tuntasnya pengerjaan pelataran Masjid Nurul Huda menjadi gambaran bagaimana kepedulian dunia usaha dapat memberi dampak langsung pada kenyamanan ibadah dan keeratan sosial warga setempat. (rdi)





