Harga Cabai dan Daging Ayam Turun, Karimun Mengalami Deflasi -0,12 Persen

Cabai merah pedagang di Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun (foto: jurnalterkini.id/yra)
Cabai merah pedagang di Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun (foto: jurnalterkini.id/yogi)

Karimun, JurnalTerkini.id — Penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama seperti cabai merah, daging ayam ras, telur, dan sawi hijau memicu terjadinya deflasi sebesar -0,12 persen di Kabupaten Karimun pada Juli 2026.

Bupati Karimun Iskandarsyah menyatakan penurunan harga komoditas riil di pasar-pasar tradisional tersebut secara langsung membantu meningkatkan daya beli dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Penurunan harga komoditas penyumbang deflasi utama sangat membantu meringankan beban dapur masyarakat kita. Langkah pemantauan intensif terhadap rantai pasok distribusi barang ke Pulau Karimun terus kita perketat,” kata Iskandarsyah, pekan lalu.

Ia menjelaskan, sebagai wilayah kepulauan, ketergantungan Karimun terhadap pasokan pangan dari luar daerah cukup tinggi, sehingga kelancaran jalur distribusi laut menjadi kunci utama dalam mencegah lonjakan harga.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemkab Karimun berencana terus menggenjot produksi hortikultura lokal agar ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap. (rdi)

Pos terkait