Menkeu: APBN Alami Defisit Rp700 Miliar pada Oktober 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022

Maka dari itu, perekonomian global diperkirakan masih akan melemah. Hal tersebut ditandai dengan revisi terhadap outlook perekonomian global tahun depan yang diramalkan akan tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun ini, yakni 2,9 persen dari sebelumnya 3,0 persen tahun ini menurut IMF.

Sementara di dalam negeri sendiri, diperkirakan ekonomi masih akan tumbuh di level lima persen pada tahun ini. Angka tersebut, kata Sri merupakan yang paling tinggi di antara negara-negara di ASEAN dan G20.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, beberapa adapun faktor domestik yang turut mempengaruhi kinerja APBN yakni harga komoditas unggulan Indonesia yang mengalami koreksi yang cukup dalam seperti batu bara yang terkoreksi 70 persen dan CPO sepuluh persen. Komoditas pangan seperti beras juga turut menyumbang inflasi karena produksi yang turun akibat pengaruh dari El-Nino.

“Inflasi di Indonesia dalam hal ini meskipun administrative price mengalami penurunan, namun volatile food sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan Juli, yaitu 5,5 persen. Dan ini disebabkan karena komoditas seperti beras, cabai dan gula pasir mengalami kenaikan terutama pada September-Oktober. Meskipun demikian inflasi Indonesia masih relatif dalam posisi inflasinya rendah dibandingkan negara-negara maju maupun secara global,” jelasnya.

Ekonom CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan defisit APBN pertama di 2023 ini disebabkan kombinasi antara faktor internal dan eksternal. Dari faktor global, kata Bhima paling berdampak pada penerimaan pajak yang tentunya berkurang karena harga komoditas yang turun cukup signifikan.

“PNPB juga pasti akan berpengaruh karena ternyata bulan-bulan terakhir sebelum tutup tahun, harga beberapa komoditas ekspor unggulan yang biasa menyumbang PNBP dan pajak ekspor dalam jumlah yang besar itu sudah mengalami penurunan. Minyak turun, batu bara, nikel juga turun, CPO juga terkoreksi. Itu pastinya akan menjadi tantangan yang berat sampai akhir tahun,” katanya.

Total Views: 700

Pos terkait