“Hampir sepekan air tak mengalir. Kalau nunggak kena denda. Ada perimbangan lah dengan meningkatkan pelayanan,” ujar Hamdan, warga Pelipit.
Dia mengaku mendapat jawaban kurang memuaskan dari petugas Perumda Tirta Karimun. “Jawabnya ini pekerjaan Dinas PU,” katanya.
Hamdan menyebutkan air baru mengalir melalui kran di kamar mandinya pada Minggu kemarin namun kualitasnya masih belum memuaskan.
“Airnya agak kekuning-kuningan,” katanya.
Sementara, Muhammad Dong, warga lain mengaku terpaksa menampung air hujan akibat terputusnya pasokan dari Perumda Tirta Karimun.
“Untung musim hujan. Kam bisa tampung air hujan pakai ember,” ujarnya. (rdi)





