Hiu Paus terdampar, tim gabungan butuh delapan jam lakukan evakuasi

Petugas mengevakuasi Hiu Paus yang terdampak di aliran anak sungai di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (foto: istimewa)
Petugas mengevakuasi Hiu Paus yang terdampak di aliran anak sungai di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (foto: istimewa)

Jakarta, JurnalTerkini.id – Seekor Hiu Paus terdampar di aliran anak sungai, tim gabungan butuh delapan jam untuk lakukan evakuasi.

Evakuasi Hiu Paus tersebut dilakukan petugas Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja (wilker) Kendari, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Tim Gabungan.

Bacaan Lainnya

Hiu paus berjenis kelamin betina dengan panjang 3,2 meter tersebut terdampar di aliran anak sungai Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Petugas kembali melepasliarkan ikan tersebut ke perairan Teluk Kendari pada Sabtu (02/01).

Evakuasi hewan dilindungi penuh ini memerlukan waktu sampai delapan jam.

Sebelumnya, pada 2 Januari pagi, seekor hiu paus ditemukan terdampar di sungai belakang RSUD Kota Kendari, ditemukan seorang warga sekitar pukul 05.30 WITA dalam kondisi hidup dan berusaha berenang keluar aliran sungai yang sudah mulai surut.

Warga yang melihat langsung berinisiatif menyelamatkan, dibantu warga lainnya.

Sementara, petugas yang menerima laporan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait membentuk tim gabungan untuk mengevakuasi hiu paus.

Tim Gabungan di antaranya BPSPL Makassar, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Perikanan Kota Kendari, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara, Ditpolair, Basarnas, SAR BRIMOB, Satwas PSDKP, Langkoe Diving Club, Konsel SCUBA Community, dan masyarakat yang ada di sekitar kejadian.

Tepat pukul 13.30 WITA setelah berhasil membawa hiu paus keluar dari aliran sungai ke perairan Teluk Kendari, tim gabungan memutuskan untuk melepasliarkan pada posisi kedalaman kurang lebih 3 meter.

Pelepasliaran dilakukan dengan pertimbangan Hiu Paus saat itu telah menunjukan respon pergerakan pada sirip dan mulai berusaha untuk berenang ke arah yang lebih dalam.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menapresiasi seluruh petugas dan masyarakat yang terlibat sehingga proses evakuasi dan pelepasliaran berjalan dengan baik.

Baca juga: KKP Kembali Tangkap 3 Penangkap Ikan Gunakan Racun di Morowali

Total Views: 180

Pos terkait