Jakarta, JurnalTerkini.id – Pemerintah terus mendorong ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19, salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan sistem bioflok.
Dorongan untuk peningkatan perekonomian masyarakat itu salah satunya dilakukan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT), Mandiangin DJPB menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ikan Sistem Bioflok dan Sosialisasi Bantuan Pemerintah di Kalimantan Timur, (12/12).
Pada kesempatan yang dilakukan secara virtual, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,KKP, Slamet Soebjakto, memberikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada BPBAT Mandiangin, Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota, penyuluh dan masyarakat pembudidaya ikan di Kalimantan Timur yang mampu menggairahkan pengembangan perikanan budidaya di Provinsi Kalimantan Timur.
“KKP juga sangat terbantu, karena dengan pembinaan serta dengan adanya dukungan dari Komisi 4 DPR RI khusunya Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan tim yang senantiasa mengawal tercapainya kegiatan-kegiatan perikanan budidaya. Harapannya sektor perikanan budidaya di Kalimantan timur bisa lebih meningkat.
Mengingat, Kalimantan Timur mempunyai potensi yang luar biasa dalam pengembangan perikanan budidaya, baik budidaya ikan air tawar, payau maupun budidaya ikan air laut. Ini merupakan modal yang baik untuk bisa lebih kita kembangkan lebih baik.
“Ke depan Kalimantan Timur bisa menjadi lumbungnya perikanan budidaya. Karena potensi perikanan budidaya sangat besar, baik untuk komoditas budidaya udang, bandeng, rumput laut dan juga potensi untuk budidaya air tawarnya,” tambah Slamet.
Untuk itu, kegiatan sosialisasi program bantuan, dan bimtek ini digelar guna mengakomodir rencana dan usulan program untuk pembangunan perikanan budidaya secara cepat dan komprehensif sehingga bisa direalisasikan di awal tahun anggaran sebagaimana yang menjadi arahan Bapak Presiden.
“Bantuan yang telah diserahkan di tahun 2020 ini bukan akhir tujuan kegiatan dan program, namun yang terpenting adalah keberlanjutannya sehingga diharapkan pendampingan di masyarakat seperti dari penyuluh, dinas Kabupaten/Kota kedepan bisa dilakukan secara terus menerus. Sehingga pembudidaya lebih berhasil dan semakin sejahtera. Karena pendapatan meningkat berkat dari bantuan-bantuan yang diberikan dan inilah outcome yang ingin kita capai,” ujar Slamet.
Baca juga: Kerupuk Atom HS Karimun, bertahan dan berinovasi di tengah pandemi





