Bantuan untuk Kalimantan Timur sendiri sebesar kurang lebih Rp 3 Milliar dari BPBAT Mandiangin sendiri, belum bantuan dari DJPB KKP. Dan saya pribadi sangat senang, bantuan ini bisa dilakukan dengan secara optimal dan bermanfaat membuahkan hasil bagi masyarakat pembudidaya di Kalimantan Timur.

“Untuk tahun 2021 kegiatan perikanan budidaya untuk udang, bandeng dan lainnya akan terus dikembangkan. Karena kita punya target meningkatkan ekspor udang hingga 250% pada tahun 2024. Dan untuk Kalimantan Timur sendiri, sebagai tempatnya udang windu. Poinnya, akan terus support perikanan budidaya di Kalimantan Timur,” tutur Slamet.
Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Andy Artha Donny Oktopura, mengharapkan adanya sinergi baik Pusat, Provinsi, Kabupaten Kota, Penyuluh dan Kelompok untuk bagaimana mendorong perikanan budidaya sebagai motor penggerak perekonomian khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia ini.
“Kami berkomitmen penuh untuk bersinergi, baik itu dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota, penyuluh, tenaga ahli, LSM dan akademisi bersama sama mendampingi dan memberikan pembinaan baik teknis maupun manajerial agar bisa berproduksi secara maksimal dan memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal dan berkelanjutan”, ujar Andy.
Adapun pertemuan sosialisasi bantuan dan bimtek yang diinisiasi oleh BPBAT Mandiangin ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem komunikasi yang sinergi dan efektif baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota dalam memberikan pendampingan dan pengawalan pemanfaatan bantuan secara optimal sehingga produksi ikan bisa lebih maksimal guna pemenuhan ketahanan pangan.
“Tahun 2020, program prioritas BPBAT Mandiangin diantaranya bantuan bioflok sebanyak 15 paket untuk 6 Kabupaten/Kota, 1 paket bantuan minapadi dan 1 paket bantuan sarana ikan hias serta bantuan benih dan calon induk dengan total nilai kurang lebih sebesar Rp. 3 Miliar yang terdistribusi di 6 Kabupaten/Kota yaitu Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau, Kabupaten Panajam Paser utara dan Kabupaten Paser”, ungkap Andy.





