Karimun, JurnalTerkini.id – Badai pandemi COVID-19 memukul perekonomian masyarakat, termasuk sektor ekonomi kerakyatan yang notabene pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dampak wabah virus corona juga dirasakan para pelaku UMKM di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang bertahan meskipun kapasitas produksi merosot akibat lesunya perekonomian.
Salah satu pelaku UMKM yang bertahan di Karimun adalah usaha kerupuk ikan Kerupuk Atom HS, sejak berdiri pada 2017, Kerupuk Atom HS tetap eksis meski hanya mengandalkan pasar lokal selama pandemi COVID-19.
Pimpinan Kerupuk Atom HS, Hartono menuturkan, sebelum COVID-19 mewabah, dia mampu memproduksi kerupuk berbahan ikan tenggiri itu, sebanyak 1 ton dalam satu bulan dengan jumlah karyawan sebanyak 8 orang.
“Sebelum COVID-19, pasar kita sampai ke Batam, Tanjungpinang, Dumai, Pekanbaru bahkan Malaysia,” kata Hartono di Tanjung Balai Karimun, Sabtu (17/10/2020).
Kerupuk Atom HS cukup diminati, pesanan juga berdatangan dari instansi pemerintah maupun swasta, selain itu juga dipasarkan di swalayan, toko dan warung-warung dengan harga Rp140.000 per kilogram.
‘’Biasanya, pesanan banyak berdatangan pada hari-hari besar. Seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Imlek. Perlu diketahui produk kerupuk atom HS sudah memiliki sertifikat halal,’’ terang Hartono.
Baca juga: Peluang usaha remaja milenial Karimun di masa pandemi





