Car Free Night Alun-Alun Kota Tegal Resmi Dihentikan

Rapat paripurna, Kunjungan Kerja Badan Aspirasi Masyarakat, Senin (25/05). (Foto: Humas Pemkot Tegal)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Program Car Free Night (CFN) di kompleks Alun-alun dan Jl Pancasila Kota Tegal resmi dihentikan. Penghentian diambil usai Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melaksanakan
kunjungan kerja ke Kota Tegal dengan acara Kebijakan Car Free Night (CFN) serta Penataan Kawasan Alun-alun Kota Tegal dan Gangguan Akses Menuju Tempat Ibadah Vihara dan Gereja Pantekosta Akibat Pasar Tiban pada Hari Minggu Pagi yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (25/5) pagi.

Hadir dalam Kunjungan kerja tersebut Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan disamping oleh beberapa anggota DPR RI salah satunya Adian Napitupulu serta Harris Turino.

Hadir pula Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Perwakilan Forkopimda Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan manifestasi dari pelaksanaan fungsi DPR RI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menjamin hak sosial, hak sosial, hak keagaaman.

Menurut, Ahmad Heryawan, BAM hadir sebagai upaya membantu menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat yakni persoalan Car Free Night dan pasar tiban yang berlokasi di jalan menuju Gereja Pantecosta dan Vihara.

“Semestinya persoalan ini bisa selesai di tingkat DPRD. Tapi tidak apa-apa, kami hadir untuk membantu menyelesaikan. Semoga ada jalan keluar,” ujar Ahmad Heryawan.

Menurutnya, pelaksanaan CFN justru berdampak pada penurunan pendapatan pelaku usaha di kawasan Alun-alun Kota Tegal.

Karena itu, kebijakan tersebut perlu dievaluasi hingga akhirnya diputuskan untuk dihentikan.

Selain CFN, BAM DPR RI juga menyoroti gangguan akses menuju Meditation Center dan Gereja Pantekosta akibat keberadaan pasar tiban di Jl. Slamet Riyadi.

Ketua BAM menilai, aspirasi pengelola tempat tersebut tidak berlebihan, yakni hanya meminta akses yang tidak terganggu.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan kondisi kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila saat ini semakin padat setelah dilakukan penataan.

“Aktivitas masyarakat tidak hanya ramai pada akhir pekan, tetapi juga hampir setiap hari,” ujar Dedy.

Pemerintah Kota Tegal dalam menangani kemacetan, kata Dedy Yon, telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di berbagai titik, seperti di kawasan eks CMJT atau JTAB, Water Leiding hingga lahan milik PT KAI di Jl. Semeru. (Supriyadi)

Total Views: 9

Pos terkait