Karimun (Jurnal) – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan tetap waspada terhadap penularan wabah demam berdarah dengue meski jumlah warga yang terserang wabah tersebut mengalami penurunan.
“Kewaspadaan terhadap serangan DBD dikarenakan curah hujan masih tinggi yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegipty, vektor penularan DBD,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Rachmadi mengatakan, kasus DBD selama November 2014 sebanyak 19, jauh berkurang dibandingkan Oktober sebanyak 45 kasus, bahkan September yang mencapai 117 kasus.
“Untuk Desember belum kita ketahui jumlahnya. Kita berharap terus berkurang,” kata dia.
Menurut dia, status Kejadian Luar Biasa untuk serangan DBD juga belum dicabut. Seluruh jaringan pelayanan kesehatan, mulai dari RSUD, puskesmas hingga posyandu juga tetap siaga dibantu pemerintahan kecamatan, kelurahan dan desa setempat.
“Kami tetap mengimbau warga agar tetap melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, menguras bak mandi, menutup tempat-tempat penampungan air atau mengubur kaleng-kaleng atau wadah-wadah,” ucapnya.
Disinggung temuan kasus DBD di Kampung Baru, Kecamatan Tebing, terhadap seorang bayi bernama Nursascia Saputri, ia mengatakan segera melakukan “fogging” atau pengasapan di sekitar rumah korban.
“Besok kami lakukan fogging,” ucapnya.
Nursascia Saputri dinyatakan positif terserang DBD oleh pihak Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Rabu (10/12) sore. Rachmadi mengaku terlambat melakukan fogging karena pada hari yang sama sedang mengikuti sebuah acara di Kecamatan Moro.
“Kami minta maaf telat fogging, karena sore itu tidak ada kapal, sehingga baru hari ini bisa pulang ke Tanjung Balai Karimun,” kata dia.
Berdasarkan data Dinkes, angka kasus DBD terhitung pemberlakuan status DBD pada Juni sebanyak 34 kasus, Juli 58, Agustus 59, September 117, Oktober 45 dan November 19 kasus.
Sedangkan penularan DBD per kecamatan, Kecamatan Karimun paling tinggi dengan 145 kasus, Meral 92, Meral Barat 20, Tebing 79, Kundur 29, Moro 1, Kundur Barat 3, Kundur Utara dan Durai 2 kasus.
Sementara, serangan DBD pada 2013 sebanyak 84 kasus, 2012 sebanyak 76 kasus dan 2011 tercatat 117 kasus. (rus)





