Ribuan Ikan Mati Cemari Tambak di Sayung, Diduga Akibat Perubahan Salinitas Usai Hujan Deras

Demak, Jurnalterkini.id — Ribuan ikan tambak ditemukan mati di wilayah Sayung, Kabupaten Demak, tepatnya di sepanjang tepi jalan Pantura Demak–Semarang. Bangkai ikan jenis bandeng dan mujair tersebut menumpuk di sekitar area tambak dan menyebabkan bau busuk yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Peristiwa ini diperkirakan terjadi sejak Minggu (8/6/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Safril, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, mengungkapkan bahwa kematian massal ikan ini kemungkinan besar dipicu oleh perubahan drastis kadar garam (salinitas) dalam air tambak. Perubahan itu terjadi saat air mulai surut bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

“Ketika hujan deras mengguyur dan aliran air mulai surut, air dari arah timur ke barat yang cenderung tawar masuk ke area tambak. Perbedaan kadar garam yang mendadak ini menyebabkan stres pada ikan, sehingga banyak yang tidak mampu bertahan hidup,” jelas Safril.

Hal senada disampaikan oleh Dodi, seorang warga yang juga turut melakukan investigasi lapangan. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 17.30 WIB dan hanya terjadi di tambak yang berada di sebelah karoseri SKU.

“Hujan deras terjadi sebelum kejadian. Ketika air surut, ikan-ikan mulai mati dan naik ke permukaan. Lokasinya terbatas, tidak menyebar ke seluruh tambak di Sayung,” terang Dodi pada Rabu (11/6/2025).

Untuk memastikan penyebab kematian ikan, DLH Demak telah melakukan uji kualitas air di dua titik lokasi terdampak:

Titik pertama (depan PT. Etercon Pharma):

pH: 7,6

DO (Dissolved Oxygen): 5,59

Kekeruhan (Turbidity): 46

Konduktivitas: 7,49

Salinitas: 0,4

Titik kedua (antara Karoseri SKU dan PT. Gaviansi):

pH: 7,8

DO: 5,82

Kekeruhan: 25

Konduktivitas: 20,1

Salinitas: 1,2

Hasil uji tersebut menunjukkan adanya perbedaan salinitas yang signifikan, yang memperkuat dugaan bahwa ikan mati akibat stres osmotik karena perubahan kadar garam secara tiba-tiba.

DLH Demak juga menegaskan bahwa pihaknya segera menurunkan petugas kebersihan lingkungan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan bangkai ikan. Proses pengangkutan menggunakan armada khusus dijadwalkan berlangsung pada Rabu ini (11/6/2025).

Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari kontak langsung dengan air tambak yang tercemar serta menghindari konsumsi ikan dari lokasi tersebut hingga hasil investigasi lebih lanjut diumumkan.(PH).

Total Views: 635

Pos terkait