Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng./Dok.Foti.Humas.(jurnalterkini.id/Ponco)
SEMARANG, jurnalterkini.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah dan antarjenjang pemerintahan guna mendorong pembangunan daerah yang lebih terintegrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat menghadiri kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng.
Retret kepemimpinan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ini diikuti 438 peserta dari berbagai unsur pimpinan daerah, termasuk 35 wakil bupati dan wakil wali kota se-Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa (10/06/2025).
Iswar menyatakan bahwa forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat kabupaten/kota.
“Retret ini menjadi ruang untuk memastikan bahwa arah pembangunan dari pusat hingga daerah selaras dalam satu garis lurus,” ujarnya pada Rabu (11/062025).
Ia menegaskan pentingnya membangun sinergi dan komunikasi yang solid antarlevel pemerintahan dalam menjawab tantangan pembangunan. Menurutnya, semangat kolaborasi harus tumbuh sebagai kesadaran kolektif yang melekat pada setiap pemangku kebijakan.
“Di Semarang, Wali Kota Agustina telah lebih dulu menggaungkan semangat kolaborasi. Ini menjadi pondasi utama dalam menggerakkan semua elemen. Jika satu bergerak ke kanan dan yang lain ke kiri, tentu kita tidak akan sampai tujuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iswar mencontohkan pentingnya kerja sama lintas wilayah dalam menangani persoalan krusial seperti banjir. Ia menilai, permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja.
“Semarang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten. Penanganan banjir tidak bisa sendiri, harus saling memahami tantangan dan potensi masing-masing wilayah,” jelasnya.
Retret kepemimpinan ini turut menghadirkan materi dari sejumlah lembaga nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, serta tokoh agama dan widyaiswara. Para peserta akan mendapatkan pembekalan seputar geopolitik, wawasan kebangsaan, serta internalisasi Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional.
Program ini dirancang bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan kapasitas kepemimpinan birokrasi di Jawa Tengah.
Silakan beri tahu jika Anda ingin versi yang lebih ringkas atau disesuaikan untuk format media sosial.(PH)






