SPMB SMKN 1 Karangawen Dibuka, Minat Pendaftar Tinggi di Tengah Pelaksanaan ASAT Berbasis Proyek Lingkungan

Demak, jurnalterkini.id – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 1 Karangawen, Kabupaten Demak, mulai memasuki tahapan pendaftaran. Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah tersebut disebut cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Kepala SMKN 1 Karangawen, Sunarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan jumlah calon peserta didik yang berminat mendaftar terus meningkat seiring dibukanya tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Animo pendaftar sangat banyak di sekolah kami. Masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada SMKN 1 Karangawen sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Kabupaten Demak,” ujar Sunarti kepada Bahtera Jateng, Selasa, 9 Juni 2026.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, proses SPMB berlangsung dalam beberapa tahapan. Verifikasi dokumen dan pendaftaran akun dilaksanakan pada 4–13 Juni 2026. Selanjutnya, tahap pendaftaran, pemilihan sekolah, serta perubahan pilihan sekolah berlangsung pada 15–18 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 21 Juni 2026, sedangkan daftar ulang dilaksanakan pada 22–25 Juni 2026. Adapun awal Tahun Ajaran 2026/2027 dijadwalkan mulai 13 Juli 2026.

Pada tahun ajaran baru ini, SMKN 1 Karangawen menyediakan total 360 kursi bagi peserta didik baru yang tersebar di tiga program keahlian. Program Teknik Mesin memiliki daya tampung 72 siswa, Teknik Otomotif 144 siswa, dan Busana 144 siswa.

Di tengah proses penerimaan peserta didik baru, sekolah juga tengah melaksanakan kegiatan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) berbasis proyek pada 9–10 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Cinta Lingkungan melalui Kreativitas dan Kepedulian terhadap Pengelolaan Sampah.”

Melalui proyek tersebut, para siswa diajak mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Siswa kelas X membuat tempat sampah khusus untuk botol plastik yang dapat digunakan di lingkungan sekolah. Sementara itu, siswa kelas XI memanfaatkan drum bekas untuk diolah menjadi alat musik kreasi yang bernilai edukatif dan ramah lingkungan.

Menurut Sunarti, kegiatan proyek lingkungan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi capaian pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar lebih peduli terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.

“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga karakter yang peduli lingkungan serta mampu menghasilkan karya kreatif dari barang-barang yang selama ini dianggap sebagai limbah,” katanya.

Melalui pelaksanaan ASAT berbasis proyek dan tingginya minat masyarakat terhadap SPMB, SMKN 1 Karangawen optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik.(PH)

Total Views: 14

Pos terkait