KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Kota Tegal adalah Kota yang tidak terlalu besar dan penduduknya pun tidak begitu banyak, namun berbagai macam kuliner hampir tersedia disebuah Kota yang dijuluki Kota Bahari tersebut.
Ditengah maraknya kuliner modern yang bermunculan, tetapi ada juga kuliner legendaris yang tetap diminati kalangan remaja, dewasa, hingga orang tua.
Rabu malam, 21/05/2025 saat Media Junalterkini.id melintas sepanjang jalan AR. Hakim hingga jalan Sultan Agung hampir semua tepi jalan kanan-kiri dipenuhi penjual makanan dari mulai pecel lele, nasi goreng, martabak, mie ayam, hingga jajanan ringan.
Namun tepat berseberangan dengan RB. Rahma ada sebuah pondok mie ayam yang sederhana tapi memiliki rasa yang bikin ketagihan apabila lidah sudah merasakan.

Desain gerobak warna biru dengan spanduk bertuliskan ‘Mie Ayam 27’ serta beberapa meja yang tersedia untuk pembeli yang berniat makan ditempat secara lesehan.
Pondok ‘Mie Ayam 27’ ini setiap hari selalu ramai, pelanggan datang untuk menikmati semangkuk mie ayam. Dengan resep rahasia yang tak pernah berubah sejak awal, rasa kuah kaldu yang gurih, mie yang kenyal, serta potongan ayam yang empuk membuat siapa saja ketagihan untuk kembali.
Harga semangkuk mie ayam cukup relatif murah, hanya Rp. 10.000/porsi pengunjung sudah bisa menikmati rasa yang bikin ketagihan dan ingin kembali menikmati.
Mohammad Jafar, penjual mie ayam 27 mengatakan kepada jurnalterkini.id bahwa awalnya dirinya juga bingung, setelah lepas dari karyawan apotik mau usaha apa, karena dirinya tidak pernah berwiraswasta.
“Sawise pensiun karyawan apotik, aku ya bingung mas, pan usaha apa? sedurunge usaha mie ayam aku ya pernah dodol es kelapa muda tapi ora jalan, ahire aku terinspirasi almarhum adine aku dodol mie ayam, Alhamdulillah jalan sampai saiki. (Sesudah pensiun karyawan apotik, saya ya bingung mau usaha apa, sebelum jualan mie ayam saya juga pernah jualan es kelapa muda tapi tidak jalan, ahirnya saya terinspirasi Almarhum adik saya jualan mie ayam, Alhamdulillah jalan sampai sekarang).” ujar jafar dalam bahasa Tegal.
Mengenai nama ’27’ Jafar menuturkan bahwa tepat pada tanggal 27 dirinya berhenti dari karyawan Apotik, dan awal buka mie ayam juga tanggal 27.
“Saya dulu karyawan apotik kejambon mas, berpuluh-puluh tahun saya jadi karyawan apotik, saya kemudian ijin mengundurkan diri, tepat di tanggal 27 tersebut saya berhenti, jadi angka 27 itu menjadi suatu momen sendiri bagi saya,” pungkasnya. (Priyadi)





