SEMARANG, jurnalterkini.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mendorong seluruh pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Menurut Sarif, efisiensi yang terjadi di berbagai lini pemerintahan tidak boleh dijadikan alasan turunnya kualitas pelayanan publik.
“Justru efisiensi ini harus mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menciptakan inovasi agar program dan layanan tetap berjalan optimal, meskipun dengan anggaran yang lebih terbatas,” ujarnya, Kamis (22/05/2025).

Sarif menekankan bahwa inovasi tidak harus selalu mahal, rumit, atau menggunakan teknologi canggih. Yang terpenting, kata dia, adalah inovasi yang membawa perubahan positif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi sederhana bisa menjadi solusi. Misalnya, karena keterbatasan anggaran untuk sosialisasi, pemerintah bisa membuat video edukasi yang disebarkan ke masyarakat melalui media sosial,” tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia menambahkan, inovasi pelayanan publik tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang baru, namun bisa berupa pendekatan yang berbeda, perluasan jangkauan, atau peningkatan kualitas dari layanan yang sudah ada.
“Inovasi pelayanan publik adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa. Pemerintah harus mampu menghadirkan layanan yang lebih baik, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Sarif juga mendorong pemerintah menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, termasuk memberikan ruang untuk kreativitas, mendukung eksperimen, dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang berhasil.
“Penghargaan terhadap inovasi yang berhasil sangat penting agar bisa menjadi motivasi bagi ASN lainnya,” tandasnya.
Jika kamu ingin versi ringkas atau disesuaikan untuk media sosial atau siaran pers, saya juga bisa bantu.(PH)





