Serahkan DIPA 2025, Presiden Minta Waspadai Kondisi Geopolitik dan Geoekonomi Global

Presiden Indonesia Prabowo dalam acara Penyerahan Secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12). (Foto; Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Presiden Indonesia Prabowo dalam acara Penyerahan Secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12). (Foto; Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Program Pemerintah Dinilai Masih Belum Rinci

Ekonom di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan masih banyak program-program dari Presiden Prabowo Subianto yang belum diketahui detail implementasinya, termasuk program unggulan makan bergizi gratis (MBG). Tetapi menurutnya ada isu yang jauh lebih penting dan harus segera diselesaikan pemerintah, yaitu terus turunnya daya beli masyarakat akibat besarnya PHK dan kurangnya lapangan kerja.

Bacaan Lainnya

“Ini belum terlalu tercermin dari program-program yang ada. Misalnya ketahanan pangan (MBG) yang tidak menyasar isu utama yaitu isu penciptaan lapangan kerja. Jadi saya rasa kita belum melihat ada strategi yang betul-betul jitu dari pemerintahan saat ini untuk bisa menggapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jangankan menuju 8 persen, kita melihat lima persen ini semakin tipis pertumbuhannya lama-lama. Ini yang kita belum melihat kebijakan pemerintah yang betul-betul spesifik meng-address isu tersebut,” ungkap Riefky ketika berbincang dengan VOA.

Total Views: 1337

Pos terkait