Serahkan DIPA 2025, Presiden Minta Waspadai Kondisi Geopolitik dan Geoekonomi Global

Presiden Indonesia Prabowo dalam acara Penyerahan Secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12). (Foto; Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Presiden Indonesia Prabowo dalam acara Penyerahan Secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12). (Foto; Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Ekonom: Klaim Pemerintah Bahwa Ekonomi Baik, Tidak Sepenuhnya Benar

Klaim pemerintah bahwa kondisi perekonomian tanah air berada dalam kondisi yang baik juga tidak sepenuhnya benar. Ia menilai pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen ini cukup stagnan dan tidak cukup modal bagi Indonesia untuk bisa menjadi negara maju.

Bacaan Lainnya

Neraca perdagangan yang surplus, katanya lebih didorong oleh penurunan impor, dan bukan karena kenaikan ekspor. kondisi ini menurutnya cukup berbahaya karena 90 persen impor Indonesia adalah bahan baku dan barang modal.

“Artinya kalau impor menurun, tidak lama kemudian kita akan melihat aktivitas produksi dalam negeri juga akan menurun. Jadi poin-poin tadi not necessary menggambarkan performa ekonomi kita yang membaik. Mungkin perlu hati-hati menyikapinya bahwa isu yang jelas terlihat adalah produktivitas menurun, penciptaan lapangan kerja tidak membaik, dan juga banyak masyarakat turun tingkat kesejahteraannya,” pungkasnya. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 1384

Pos terkait