Indonesia Bersiap Ekspor Listrik ke Singapura

FILE - Seorang warga mengendarai sepeda motor di jalan dekat unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik PT. Geo Dipa Energi (Persero) di kawasan pegunungan Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia, 15 November 2020. (Willy Kurniawan/REUTERS)
FILE - Seorang warga mengendarai sepeda motor di jalan dekat unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik PT. Geo Dipa Energi (Persero) di kawasan pegunungan Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia, 15 November 2020. (Willy Kurniawan/REUTERS)

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan nota kesepahaman mengenai ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura akan ditandatangani dalam perhelatan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang akan berlangsung pada 5-6 September di Jakarta.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi kementerian tersebut, Rachmat Kaimuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/8/2024).

Bacaan Lainnya

“Tentunya ada beberapa (MoU) yang menurut kami akan besar, yaitu satu rencana pemberian conditional license untuk ekspor listrik ke Singapura itu nilainya bisa billions of dollars. Lalu juga ada kerja sama carbon capture and storage (CCS) dengan Pertamina. Again, it could be quite significant, tapi kita lagi on going untuk mengumpulkan angka-angkanya,” ungkap Rachmat.

Ia menjelaskan, saat ini ada beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan persetujuan bersyarat (conditional approval) dari pemerintah Singapura dalam program ekspor listrik tersebut. Langkah selanjutnya, diharapkan berbagai perusahaan ini bisa mendapatkan lisensi bersyaratr (conditional license) dari pemerintah negeri singa itu. Jika hal ini berjalan dengan lancar, menurutnya, Indonesia akan mulai bisa mengekspor listrik hijau tersebut pada akhir 2027 atau awal 2028.

“Ini yang teman-teman dari developer merencanakannya, bikin jalur kabel, kemudian pabriknya dari mana, ini juga yang tidak kalah pentingnya karena ekspor listrik ke Singapura ini kita menyampaikan bahwa golnya selain bekerja sama atau mengekspor listrik, project ini harus menggunakan solar modul atau panel surya dan baterai yang diproduksi di Indonesia. Jadi ini, harapan kita juga bisa mendorong industri manufaktur terutama mata rantai renewable energi di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Rachmat menjelaskan bahwa persiapan acara ISF2024 berjalan dengan baik. Bahkan, ia mengklaim acara tersebut merupakan acara terkait iklim dan keberlanjutan nomor dua terbesar di Asia Pasifik setelah COP (Conference of the Parties) ke-29 di Azerbaijan, mengingat ada 8.000 peserta dari 50 negara yang terlibat.

Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Selain itu yang juga direncanakan hadir adalah Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan Peter Thomson, Penasihat Khusus Aksi Iklim dari Kementerian Luar Negeri Perancis Kevin Magron, dan CEO Bezos Earth Fund Andrew Steers.

Pemerintah, kata Rachmat, berharap ISF 2024 bisa menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan industri hijau.

Total Views: 478

Pos terkait