Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyambut baik rencana pemerintah untuk melakukan ekspor listrik hijau ke negara tetangga Singapura. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk melakukan hal itu.
“Saya kira ini langkah yang cukup strategis dan harus diterapkan, dan Indonesia menarik karena Indonesia mempunyai resource yang sangat tidak terbatas, termasuk misalnya matahari, angin, dan lainnya. Itu yang barangkali menarik bagi investor untuk melakukan hal tersebut,” ungkap Fahmy saat berbincang dengan VOA.
Fahmy mengungkapkan bahwa perkembangan energi baru terbarukan (EBT) di tanah air tidak berjalan dengan baik. Berdasarkan target dari pemerintah, seharusnya capaian penggunaan EBT di Indonesia pada 2025 sudah 23 persen, namun faktanya baru 11 perse.
“Tetapi, tidak tercapainya target tadi jangan kemudian menutup peluang bagi Indonesia untuk melakukan ekspor EBT. Saya kira secara simultan itu bisa dilakukan, barangkali nanti kalau terealisasi ekspor listrik EBT akan menstimulasi Indonesia untuk mengembangkan EBT, khususnya di bidang listrik,” jelasnya.
Lebih jauh, Fahmy mengungkapkan Indonesia akan mempunyai keuntungan yang cukup besar apabila ekspor listrik ke Singapura ini bisa terwujud. Menurutnya itu tidak hanya menstimulasi perkembangan EBT di tanah air, tapi juga merupakan i bisnis yang menguntungkan. Ia juga meyakini, dalam jangka menengah dan panjang, pasarnya tidak hanya Singapura, tapi juga negara-negara tetamgga lainnya. [voa]
Jaringan: VOA





