Selama sepekan terakhir, militer Israel telah meningkatkan pengeboman dan operasi lainnya di Rafah sambil memerintahkan populasi di sana untuk meninggalkan sebagian wilayah kota itu. Israel mengatakan sedang melancarkan operasi terbatas untuk menghancurkan infrastruktur militan di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.
Haq mengatakan “tidak ada tempat yang aman sekarang ini” di Gaza, dan bahwa Sekjen PBB menekankan lagi imbauannya bagi gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan seluruh sandera.
“Ia menyerukan agar penyeberangan Rafah segera dibuka kembali dan kita harus memberikan akses kemanusiaan tanpa hambatan di seluruh Gaza,” lanjutnya.
Lebih dari separuh populasi Gaza telah berlindung di Rafah. Banyak di antara mereka mengungsi ke sana setelah melarikan diri dari perang Israel-Hamas di bagian lain Gaza. Haq mengatakan para pengungsi tiba di tempat-tempat yang kekurangan tempat berlindung, jamban dan air bersih.
Dengan ditutupnya tempat-tempat penyeberangan penting ke Gaza, persediaan bahan bakar yang sangat rendah, dan pengiriman bantuan hampir terhenti, para pekerja kemanusiaan tidak dapat membantu meringankan situasi mereka.
“Sebagaimana yang telah kami katakan berulang kali, semua pihak harus menghormati hukum kemanusiaan internasional setiap saat,” kata Haq. “Ini berarti semua warga sipil harus dilindungi, dan kebutuhan dasar mereka – termasuk makanan, tempat berlindung, air dan kesehatan – harus dipenuhi di mana pun mereka berada di Gaza, baik mereka berpindah atau bertahan.”
AS, PBB dan pihak-pihak lain telah meminta Israel agar menghindari ofensif skala penuh di Rafah, seraya memperingatkan tentang bencana kemanusiaan di sana. Namun, para pemimpin Israel mengatakan ofensif itu diperlukan untuk mencapai target melenyapkan Hamas yang menjadi ancaman di Gaza. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih






