Uni Eropa Serukan Zionis Israel Akhiri Operasi Militer di Rafah

Warga Palestina membawa barang-barang mereka saat bersiap meninggalkan Rafah di Jalur Gaza selatan pada 13 Mei 2024. (Foto: AFP)
Warga Palestina membawa barang-barang mereka saat bersiap meninggalkan Rafah di Jalur Gaza selatan pada 13 Mei 2024. (Foto: AFP)

Uni Eropa pada Rabu (15/5/2024) menyerukan Zionis Israel segera mengakhiri operasi militernya di Rafah, kota di bagian selatan Gaza, dengan mengatakan bahwa operasi itu mengganggu operasi bantuan kemanusiaan dan menyebabkan lebih banyak lagi pengungsian, kelaparan dan penderitaan manusia.

Pernyataan dari kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell itu mencatat hak Israel untuk membela diri, tetapi ia juga mengatakan bahwa Israel harus mematuhi hukum internasional dan melindungi warga sipil.

Bacaan Lainnya

“Uni Eropa menyerukan Israel agar menahan diri dari semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza dan membuka kembali pos penyeberangan Rafah,” kata Borrell. “Seandainya Israel melanjutkan operasi militernya di Rafah, tidak terhindarkan lagi hal ini akan menambah ketegangan besar pada hubungan Uni Eropa dengan Israel.”

Borrell juga meminta Hamas agar membebaskan seluruh sandera yang ditawannya di Gaza tanpa syarat.

Militer Israel pada Rabu (15/5/2024) mengatakan pasukannya melancarkan serangan udara terhadap sekitar 80 target di seantero Jalur Gaza selama satu hari terakhir, sedangkan unit-unit pasukan daratnya bertempur di sisi timur Rafah.

Pasukan Zionis juga bertempur melawan Hamas di beberapa daerah di Gaza Utara, empat bulan setelah militer mengatakan telah membongkar infrastruktur kelompok militan itu di daerah tersebut.

Sekjen PBB Antonio Guterres pada Selasa mengatakan bahwa ia “terkejut” oleh eskalasi aktivitas militer di Rafah dan sekitarnya yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel, sementara hampir 450 ribu orang Palestina telah dipaksa pindah dari daerah itu dalam sepekan terakhir.

“Perkembangan ini semakin menghambat akses kemanusiaan dan memperburuk situasi yang sudah mengerikan,” kata wakil juru bicaranya, Farhan Haq, kepada wartawan di markas besar PBB.

“Pada saat bersamaan, Hamas terus menembakkan roket secara membabi buta. Warga sipil harus dihormati dan dilindungi setiap saat, di Rafah dan di berbagai tempat di Gaza.”

Total Views: 328

Pos terkait