Salah satu pembicaraan terkait perluasan investasi Apple di Indonesia adalah pembangunan pabrik Apple. Indonesia dan Apple kelak akan mendiskusikan apakah nantinya Apple akan membangun pabrik di Indonesia atau Apple akan menggunakan berbagai komponen yang saat ini sudah bisa diproduksi di Indonesia.
“Nanti setelah dari sini, dari Kemenperin akan melakukan proses business matching. Kami sudah punya list-nya, terhadap komponen-komponen HP apa saja yang sudah diproduksi di Indonesia yang mungkin bisa kita kawinkan, nah itu namanya business matching,” jelasnya.
Agus mengatakan, pemerintah tidak mempunyai target kapan proses business matching tersebut akan selesai, mengingat untuk bisa menjadi pemain dalam rantai pasokan global bagi perusahaan dunia seperti Apple tidak mudah.
“Menjadi (bagian dari) supply chain itu tadi dijelaskan. Misalnya kalau kita lihat Vietnam, mereka sudah jadi bagian dari supply chain selama 15-20 tahun, begitu pula dengan China sudah 30 tahun. Jadi untuk yang mau memulai, itu membutuhkan waktu, tapi bukan tidak mungkin. Tadi Apple, Tim Cook, menyatakan mereka sangat eager untuk bisa memulai,” katanya
“Jadi ada dua jenis manufacturing (yang dipertimbangkan), yakni pabrik sendiri atau menggunakan komponen yang sudah ada di Indonesia dengan berbagai adjustment dari spesifikasinya,” tambahnya.
Selain pabrik, kata Agus, Presiden Jokowi juga berharap Apple dapat memiliki peran dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di tanah air. Selain pembangunan empat Apple Developer Academy, Jokowi berharap Apple bisa bekerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di tanah air dengan membangun pusat inovasi.
Pengamat Ekonomi Indef Berly Martawardaya mengatakan Apple bisa saja membuka pabriknya di Indonesia dalam jangka menengah atau panjang asalkan pemerintah bisa memperbaiki ESG-nya. ESG adalah kepanjangan dari environmental, social and governance, standar yang digunakan untuk mengukur dampak lingkungan dan sosial suatu organisasi.
Ia mengatakan, perusahaan sekelas Apple tentunya tidak menginginkan bahan baku untuk produk mereka bermasalah dari sisi apapun, termasuk dalam hal lingkungan.





