Ketua KPU: Pemilu di Indonesia Disebut Paling Rumit di Dunia

Para pekerja memuat kotak suara ke dalam truk untuk didistribusikan ke TPS menjelang pemilu di Medan, Sumatra Utara, 12 Februari 2024. (Foto: AP)
Para pekerja memuat kotak suara ke dalam truk untuk didistribusikan ke TPS menjelang pemilu di Medan, Sumatra Utara, 12 Februari 2024. (Foto: AP)

JAKARTA – Ketua KPU Hasyim Asyari mengatakan kajian dari pengamat dan ahli pemilu internasional menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pelaksanaan pemilu paling rumit di dunia.

“Setidak-tidaknya ya ini sebagai konsekuensi dari sistem. Pilihan sistem pemilu proporsional dengan daftar calon terbuka,” ungkap Hasyim dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Bacaan Lainnya

Hasyim menjelaskan, dalam pesta demokrasi tahun ini, KPU setidaknya mengorganisasi 2.749 daerah pemilihan, bukan saja untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. namun, juga untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta DPD RI.

“Sehingga KPU harus mendesain 2.749 ragam atau jenis atau desain surat suara karena masing-masing dapil calonnya beda-beda. Ini di antaranya yang kemudian dianggap pemilu di Indonesia ini paling rumit di dunia,” jelasnya.

Selain itu, katanya, berdasarkan pengamatan para ahli juga disebutkan bahwa pemilu di Indonesia adalah yang paling singkat di dunia. Hal ini dimaksudkan dalam konteks waktu pemungutan suara yang hanya berlangsung selama enam jam mulai dari pukul 7.00 hingga 13.00 waktu setempat,

Dalam pemilu kali ini, kata Hasyim, KPU pun mengundang pihak asing untuk turut memantau jalannya pesta demokrasi tersebut dalam program kunjungan pemilihan (Election Visit Program). Program ini katanya dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk mengikuti perkembangan pemilu di Tanah Air.

“Dan kesempatan Pemilu 2024 ini menjadi kesempatan bagi kita semua, bangsa Indonesia untuk menunjukkan kepada warga global bahwa Indonesia ini mempraktikkan demokrasi elektoral tentu saja dengan berbagai macam dinamikanya. Nah itu nanti yang akan dijadikan bahan kunjungan dan juga monitoring oleh para undangan atau peserta Indonesia Election Visit Program,” katanya.

Total Views: 630

Pos terkait