Kemenhan Bantah Tudingan Suap dalam Rencana Pembelian Mirage Bekas

ILUSTRASI - Pesawat Mirage 2000-5 Angkatan Udara Taiwan mendarat di Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Taiwan 9 April 2023. (REUTERS/I-Hwa-Cheng)
ILUSTRASI - Pesawat Mirage 2000-5 Angkatan Udara Taiwan mendarat di Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Taiwan 9 April 2023. (REUTERS/I-Hwa-Cheng)

Berita Hoaks?

Informasi tentang dugaan korupsi pembelian pesawat Mirage 2000-5 itu pertama kali dikeluarkan oleh msn.com, sebuah portal web news aggregator (pengumpul berita) yang berafiliasi dengan Microsoft.

Bacaan Lainnya

Laporan bertajuk “Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation” yang dirilis hari Jumat (9/2/2024) menjelaskan tentang proses penyelidikan oleh Badan Antikorupsi Uni Eropa (GRECO) terhadap kontrak pembelian pesawat Mirage 2000-5 bekas antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dengan pemerintah Qatar.

Kesepakatan kontrak pembelian Mirage ini melibatkan broker dari Ceko bernama Excalibur International dan seorang mantan pilot Angkatan Udara Prancis bernama Habib Boukharouba.

Laporan itu menyatakan ada indikasi bahwa harga 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 yang disepakati dalam kontrak itu telah digelembungkan. Berdasarkan laporan itu puluhan LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyelidiki laporan dugaan korupsi pembelian pesawat Mirage 2000-5 itu.

Laporan itu kini tidak lagi dapat diakses.

Hingga laporan ini disampaikan, VOA masih berupaya menghubungi Badan Antikorupsi Uni Eropa (GRECO) yang disebut-sebut dalam laporan itu. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: M Sarih

Total Views: 1004

Pos terkait