Sekjen PBB Desak Negara Donor Tetap Kucurkan Bantuan untuk Gaza

Warga Palestina mengumpulkan barang-barang mereka dari rumah mereka yang rusak pasca serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, 27 Januari 2024. (Foto: AP)
Warga Palestina mengumpulkan barang-barang mereka dari rumah mereka yang rusak pasca serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, 27 Januari 2024. (Foto: AP)

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak negara-negara donor untuk tetap mengucurkan bantuan untuk Gaza. Desakan itu disampaikan setelah beberapa negara menghentikan pendanaan untuk lembaga bantuan Palestina karena staf mereka dituduh terlibat dalam serangan pada 7 Oktober.

Saat kontroversi terkait badan PBB yang membantu pengungsi Palestina, UNRWA, semakin memburuk, pertempuran sengit di Jalur Gaza mengakibatkan lebih banyak orang melarikan diri ke selatan menuju perbatasan Mesir.

Bacaan Lainnya

UNRWA mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya memecat beberapa pegawainya atas tuduhan Israel yang tidak jelas mengenai keterlibatan beberapa stafnya dalam serangan Hamas pada 7 Oktober.

Sejumlah negara donor termasuk Jerman, Inggris, Italia, Australia dan Finlandia pada Sabtu (27/1/2024) mengikuti jejak Amerika Serikat (AS), yang mengatakan pihaknya menangguhkan pendanaan tambahan kepada badan tersebut terkait tuduhan itu.

“Meskipun saya memahami kekhawatiran mereka – saya sendiri merasa ngeri dengan tuduhan ini – saya sangat mengimbau kepada pemerintah yang telah menghentikan kontribusi mereka, setidaknya, menjamin kelangsungan operasi UNRWA,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (27/1/2024) petang.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menyerukan kepada Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini untuk mengundurkan diri. Sebelumnya ia juga mengatakan bahwa badan tersebut “harus diganti dengan badan-badan yang didedikasikan untuk perdamaian dan pembangunan sejati” setelah perang paling berdarah meletus di Gaza.

“Tuan Lazzarini harap mengundurkan diri,” kata Katz di platform media sosial X pada Sabtu (27/1/2024) petang sebagai tanggapan atas unggahan kepala UNRWA yang memperingatkan bahwa pemangkasa dana dapat menggagalkan operasi badan tersebut di Gaza.

Guterres mengatakan “tindakan menjijikkan” yang dilakukan beberapa staf UNRWA bukan berarti ribuan pekerja kemanusiaan lainnya juga harus ikut terkena sanksi.

“Kebutuhan mendesak dari masyarakat yang putus asa yang mereka layani harus dipenuhi,” katanya.

Serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel mengakibatkan sekitar 1.140 kematian, sebagian besar warga sipil, berdasarkan penghitungan AFP.

Hamas juga menyandera sekitar 250 sandera dan Israel mengatakan sekitar 132 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk sedikitnya 28 jenazah tawanan yang tewas.

Serangan militer Israel yang terjadi kemudian menewaskan sedikitnya 26.257 orang, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, di Gaza, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.

Baca juga jurnal berita dunia berikut: Putusan Mahkamah Internasional Terkait Genosida Israel di Gaza Dinilai Tak Punya Daya Tekan yang Kuat

Total Views: 246

Pos terkait