Ketegangan antara Israel dan UNRWA semakin memburuk setelah badan PBB itu mengutuk penembakan tank yang diklaim menyasar ke tempat perlindungan pengungsi di kota selatan utama Gaza, Khan Yunis, pada Rabu.
Dikatakan bahwa puluhan ribu pengungsi terdaftar di tempat penampungan dan penembakan tank tersebut menewaskan 13 orang.
Militer Israel berjanji akan melakukan peninjauan menyeluruh atas insiden tersebut. Namun juga mengatakan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan hal itu merupakan “akibat tembakan Hamas”.
Serangan militer Israel saat ini berpusat di sekitar Khan Yunis, kampung halaman pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar. Banyak kombatan yang disebut tewas pada Sabtu (27/1/2024).
Terjadi bentrokan hebat di sana semalam, termasuk mortir yang ditembakkan militan ke tank Israel, kata sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam.
Roket juga ditembakkan ke Israel selatan, kata mereka, dan terjadi pertempuran di beberapa lingkungan di Kota Gaza dan lebih jauh ke utara.
Setidaknya 129 orang tewas dalam serangan Israel semalam, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, yang menggambarkan krisis kesehatan di wilayah tersebut sebagai “bencana besar”. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






