RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara Zionis, MER-C akan Surati WHO

Orang-orang berjalan menuju Rumah Sakit Indonesia di pinggir kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, setelah pasukan Israel dilaporkan menggerebek fasilitas medis tersebut, 24 November 2023. (Mohammad AHMAD/AFP)
Orang-orang berjalan menuju Rumah Sakit Indonesia di pinggir kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, setelah pasukan Israel dilaporkan menggerebek fasilitas medis tersebut, 24 November 2023. (Mohammad AHMAD/AFP)

Badan medis dan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Commmittee (MER-C) meminta Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk melindungi dan mengembalikan fungsi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang kini diduduki tentara Israel dan dijadikan markas mereka di Gaza.

JAKARTA – Setelah November lalu memerintahkan pengosongan Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, di utara Jalur Gaza, Pasukan Pertahanan Israel IDF kini menduduki rumah sakit itu, dan bahkan menjadikannya sebagai markas utama IDF. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers Rabu (20/12/2023) sore.

Bacaan Lainnya

Pasukan Zionis Israel, tambahnya, sudah menempati Rumah Sakit Indonesia sejak dua pekan lalu. Hal ini seperti menelan ludah sendiri karena pada 6 November juru bicara militer Israel Daniel Hagari menuding ada markas Hamas di Rumah Sakit Indonesia.

“Mereka (pasukan Israel) ini kan nggak menyangka perlawanan dari pejuang-pejuang Hamas kuat sekali. Jadi nggak ada tempat yang aman buat mereka. Jadi mereka gunakanlah Rumah Sakit Indonesia jadi perisai mereka. Hamas kan tidak mungkin menghancurkan Rumah Sakit Indonesia,” kata Sarbini.

Sarbini memperkirakan alasan pasukan Israel menempati Rumah Sakit Indonesia karena lokasinya yang sangat strategis sehingga dapat memantau daerah-daerah sekitarnya. Selain itu, karena Israel meyakini Hamas tidak akan menyerang pasukan Israel yang berlindung dalam Rumah Sakit Indonesia, yang dibangun dari sumbangan pemerintah dan warga Indonesia, yang sangat mendukung kemerdekaan Palestina.

Oleh karena itu MER-C mengecam keras tindakan pasukan Israel yang menjadikan Rumah Sakit Indonesia sebagai basis mereka itu. MER-C mendesak pasukan Israel untuk keluar dari Rumah Sakit Indonesia agar rumah sakit tersebut bisa difungsikan untuk layanan kesehatan.

Total Views: 398

Pos terkait