Pengamat: Pendudukan RS Indonesia Semakin Memperjelas Niat Israel di Gaza
Pengamat Timur Tengah Yon Machmudi mengatakan tindakan Israel menduduki Rumah Sakit Indonesia semakin memperjelas tujuan serangannya ke Jalur Gaza. “Yaitu untuk menduduki wilayah itu dan mengusir seluruh warga Palestina. Bukan sekadar untuk membela diri atau membalas serangan Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober.”
Yon memperkirakan Israel akan melakukan tindakan yang lebih jauh lagi untuk menghancurkan Gaza jika dunia internasional mengamini tindakan-tindakannya saat ini.
Hingga laporan ini disampaikan Israel belum mengeluarkan pernyataan terkait penempatan pasukannya di Rumah Sakit Indonesia dan menjadikannya sebagai markas di utara Gaza.
Korban Tewas di Gaza Hampir Tembus 20.000 Jiwa
Sementara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mencatat hingga hari Selasa (19/12/2023) sedikitnya 19.453 orang meninggal dunia, termasuk sekitar 7.729 anak-anak dan 5.153 perempuan.
Sementara korban luka-luka lebih 52.286 orang, termasuk 8.663 anak-anak dan 6.327 perempuan.
Setidaknya 8.000 warga juga dilaporkan hilang di Gaza. Diperkirakan berada di balik puing-puing reruntuhan bangunan yang ambruk dan hancur dalam serangan Israel dua bulan terakhir ini.
Di Tepi Barat, tercatat 301 orang tewas, termasuk 72 anak-anak. Sementara lebih dari 3.365 dilaporkan luka-luka.
DK PBB Tunda Pemungutan Suara Soal Percepatan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan
Dewan Keamanan PBB yang sedianya melakukan pemungutan suara untuk menyetujui atau tidak resolusi yang diajukan Uni Emirat Arab tentang upaya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza lewat jalur darat, laut dan udara, hingga hari Rabu ini belum dilakukan. Pemungutan suara ini sedianya dilangsungkan hari Selasa, tetapi ditangguhkan karena masih terus berlangsungnya perundingan untuk mencegah veto ketiga oleh Amerika. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





