Paus Kutuk Pembunuhan Dua Perempuan di Gereja Katolik di Gaza

Paus Fransiskus saat memimpin Misa di Vatikan, hari Minggu (17/12).
Paus Fransiskus saat memimpin Misa di Vatikan, hari Minggu (17/12/2023).

VATIKAN — Paus Fransiskus pada hari Minggu (17/12/2023) mengutuk keras pembunuhan seorang ibu dan putrinya di sebuah gereja Katolik di Gaza, di mana ia mengatakan “warga sipil tak bersenjata” menjadi sasaran penembakan dan tembakan.

Berbicara dalam Doa Angelus, dari jendela yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan, “Warga sipil tak bersenjata dibom dan ditembaki. Dan ini bahkan terjadi di dalam kompleks paroki Keluarga Kudus, di mana tidak ada teroris kecuali keluarga, anak-anak, dan orang-orang sakit yang cacat, serta para biarawati. Seorang ibu dan keluarganya, Nahida Khalil Anton dan putrinya Samar Kamal Anton, dibunuh, sementara beberapa orang lainnya ditembak oleh penembak jitu, ketika mereka ke kamar mandi.”

Bacaan Lainnya

Paus menambahkan, “Rumah para biarawati Bunda Teresa dirusak, generator mereka dihancurkan. Ada yang mengatakan ‘ini terorisme, ini perang’. Ya, ini adalah perang, ini adalah terorisme. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menghentikan perang, mematahkan busur dan mematahkan tombak. Marilah kita berdoa kepada Tuhan untuk perdamaian.”

Anggota Parlemen Inggris Ungkapkan Penderitaan Keluarganya di Gaza

Seorang anggota parlemen Inggris hari Minggu juga berbicara tentang penderitaan anggota keluarganya yang mencari perlindungan di sebuah gereja di Jalur Gaza.

Layla Moran, anggota parlemen dari Oxford West dan Abingdon, yang juga juru bicara Liberal Democrat Foreign Affairs, mengatakan enam anggota keluarga berlindung di dalam gereja bersama sejumlah orang lainnya. Ia menyebut angka ratusan. Tetapi Moran mengatakan salah seorang anggota keluarga itu, yaitu suami sepupunya yang berusia 81 tahun, meninggal dunia karena tidak dapat meninggalkan gereja itu untuk mendapatkan perawatan.

Total Views: 368

Pos terkait