JALUR GAZA – Sejumlah truk bantuan kemanusiaan yang membawa makanan, air bersih, obat-obatan dan berbagai pasokan kebutuhan yang sangat dibutuhkan memanfaatkan masa gencatan senjata dan masuk ke bagian utara Gaza hari Minggu (26/11/2023), di mana warga tidak menerima bantuan apapun selama berminggu-minggu.
Sementara itu sejumlah besar warga Palestina tampak berjalan ke arah berlawanan, dari bagian utara Gaza yang selama ini menjadi zona pertempuran ke bagian selatan wilayah itu. Mereka berjalan kaki melalui jalan Slah Al-deen yang dipenuhi puing-puing bangunan, sebagian menggunakan kursi roda, lainnya berjalan kaki sambil membawa barang di atas kepala dan punggung mereka.
Gencatan senjata ini memberi kesempatan kepada sisa warga Gaza – yang semula berjumlah 2,3 juta orang – untuk meninggalkan wilayah itu. Meskipun sesungguhnya mereka belum benar-benar pulih dari serangkaian pemboman Israel yang tidak kunjung berhenti dan memaksa tiga per empat jumlah penduduk meninggalkan rumah mereka. Israel telah meratakan sebagian besar wilayah itu dengan tanah.
Gencatan senjata yang dimediasi Amerika dan Qatar ini merupakan yang jeda kemanusiaan pertama dalam perang Israel-Hamas yang berlangsung sejak 7 Oktober lalu. Secara keseluruhan Hamas sedianya membebaskan sedikitnya 50 sandera Israel, dan Israel membebaskan 150 tahanan Palestina dari penjara-penjara mereka. Semua sandera Israel yang dibebaskan Hamas adalah perempuan dan anak di bawah umur.





