TEGAL, Jurnaltrrkini.id – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meluruskan informasi mengenai 1.446 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tegal yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi temuan sejak 2010 hingga 2026, bukan jumlah kasus baru pada tahun ini. Penegasan itu disampaikannya saat Pertemuan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Selasa (21/07/2026).
Selain meluruskan informasi tersebut, Ischak mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, hingga masyarakat memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Tegal yang maju dan tangguh sehingga menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya sektor kesehatan.
Ia mengatakan Kabupaten Tegal masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penyakit menular seperti tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, hingga penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kanker yang terus meningkat seiring perubahan pola hidup masyarakat.
“Kita tidak akan mampu mewujudkan Kabupaten Tegal yang maju dan tangguh apabila hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pendidikan, tetapi mengabaikan sektor kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama masyarakat untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ischak.
Bupati juga menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi di Kabupaten Tegal. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mengevaluasi penyebab masih adanya anak yang belum memperoleh imunisasi, sekaligus memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik swasta, melaporkan pelaksanaan imunisasi secara berkala agar pencatatan data berlangsung lebih menyeluruh.
Untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis, Pemerintah Kabupaten Tegal akan memperkuat kerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan kepada pasien, termasuk membantu mengatasi kendala ekonomi yang dapat menghambat akses pengobatan.
Selain penanganan penyakit menular, Ischak menekankan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta edukasi mengenai pola hidup sehat. Upaya tersebut juga perlu didukung dengan penyediaan air minum yang aman, sanitasi layak, pengelolaan sampah, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto mengatakan pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Karena itu, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tegal.
Edy menjelaskan, hingga semester pertama 2026 masih terdapat sejumlah indikator program kesehatan yang memerlukan penguatan, antara lain penemuan kasus tuberkulosis, peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, kesehatan lingkungan, keamanan pangan, serta pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis.
Pertemuan tersebut diikuti unsur pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (Pry)





