Anambas, JurnalTerkini.id – Pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah Tarempa tanpa adanya himbauan terlebih dahulu dikeluhkan masyarakat, khususnya pelaku usaha menengah ke bawah seperti kedai kopi. Di saat lampu mati, aktivitas usaha yang bergantung pada listrik tentu terganggu. Mesin penggiling kopi, kulkas, lampu, hingga mesin pembayaran digital tidak dapat beroperasi.
Salah seorang pelaku usaha kedai kopi di Tarempa menyampaikan, pemadaman mendadak sangat merugikan. Selain omzet berkurang, bahan baku seperti es batu dan susu juga cepat rusak karena tidak ada pendingin.
“Kalau mati lampu tiba-tiba begini kami yang rugi. Pelanggan juga jadi tidak nyaman. Harusnya ada pemberitahuan dulu dari PLN biar kami bisa antisipasi,” ujarnya. Rabu (22/7/2026).
Keluhan serupa juga datang dari pelanggan setia kedai kopi. Seorang pecinta kopi Wanda, mengaku kecewa dengan kinerja PLN Anambas karena seringnya pemadaman tanpa informasi.
“Saya kecewa dengan kinerja PLN Anambas. Mau nongkrong ngopi, eh lampunya mati. Tidak ada himbauan sama sekali. Kami berharap PLN bisa lebih memperhatikan dan memberikan informasi kalau memang ada pemadaman,” keluhnya.
Para pelaku usaha berharap PLN Tarempa dapat meningkatkan pelayanan, memberikan jadwal pemadaman secara transparan, dan meminimalisir gangguan listrik agar roda perekonomian masyarakat kecil tetap berjalan.(Fen)





