Sukses Panen Padi Organik Botani, Rika Azmi Kunjungi Natuna dan Beri Apresiasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepri, Rika Azmi STP. MM saat ikut panen Padi Organik Botani di Desa Tapau, Selasa 21 November 2023. (foto : jr ronald)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepri, Rika Azmi STP. MM saat ikut panen Padi Organik Botani di Desa Tapau, Selasa 21 November 2023. (foto : jr ronald)

Natuna, JurnalTerkini.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepri, Rika Azmi STP. MM melakukan kunjungan ke Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa 21 November 2023.

“Kunjungan saya ini untuk menghadiri Panen Padi Organik Botani. Kemarin itu sudah dipantau, kita juga sudah mengirimkan petugas PBT untuk mencek laporan dari kelompok tani bahwa disini ada pengembangan padi organik, setelah di cek laporannya ternyata bagus,” katanya di sela-sela kegiatan panen padi.

Bacaan Lainnya

Karena hasil laporannya bagus, Rika mengatakan ingin melihat langsung panen padi organik ini sekaligus mendengar saran dan usulan dari para petani.

“Saya pikir ini semua tidak terlepas pendekatan dari awal pembinaan yang dilakukan oleh PT PT Berkat Auto Sukses Sejahtera (BASS) terhadap kelompok petani padi organik, pemupukan sampai ke panennya yang dikawal terus sehingga hasil panen yang diperoleh bisa mencapai 4-4,5 ton,” katanya.

Dari potensi yang diperoleh, Rika mengatakan pihak provinsi sendiri memberikan apresiasi terhadap hasil yang dicapai oleh petani padi organik Natuna karena di Lingga dan Anambas belum mencapai target seperti itu.

“Kedepannya ini akan lebih dikembangkan lagi, saya sudah diskusikan dengan teman-teman, kita coba tahun depan provinsi akan mengembangkan 10 sampai 12 hektar untuk mengaplikasikannya disini,” jelasnya.

Untuk kondisi lahan, Rika memaparkan bahwa setiap wilayah mempunyai kondisi yang berbeda. Ada ujicoba-ujicoba yang dilakukan di beberapa wilayah dengan tidak hanya menggunakan satu pupuk organik saja.

“Kebetulan lahan disini kondisi lahannya sudah teruji dan cocok menggunakan pupuk organik Botani dan buktinya panen 4 ton lebih. Ini sudah cukup bagus dan kita apresiasi, akan kita dorong program dua kali panen,” katanya.

Meskipun pupuk organik mempunyai peran penting dalam pertanian padi, Rika mengatakan penggunaan pupuk kimia masih diperlukan dengan perbandingan 80% untuk pupuk organik dan 20% untuk pupuk kimia.

Sementara itu, Perwakilan PT Berkat Auto Sukses Sejahtera (BASS), Supriyanto mengatakan keberhasilan yang didapat pada saat panen ini merupakan kerjasama yang baik antara petani dengan pihaknya, untuk mencapai hal ini tidaklah mudah, perlu kosentrasi dan tekad yang kuat.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada petani yang konsentrasi kepada penanaman padi. Pertanian dari yang tidak panen menjadi panen. Kalau ada masyarakat yang mempunyai lahan, kami siap membina dan bekerjasama membangun pertanian secara khususnya padi. Niat kami untuk membangun ketahanan pangan Natuna. Target kami minimal 15 hektar di Kecamatan Bunguran Tengah,” pungkas pria yang akrab dipanggil Cak Kirun ini. (Ron)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 442

Pos terkait