Uni Emirat Arab mengutuk apa yang disebutnya sebagai “serangan Israel” dan menyerukan masyarakat internasional untuk “mengintensifkan gencatan senjata sesegera mungkin guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa, dan mencegah meluasnya ketegangan ke wilayah lain di Palestina yang telah diduduki Israel, serta memajukan semua upaya untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif.”
Juru bicara pemerintah Irak, Bassem Al-Awadi, menyebut ledakan di rumah sakit itu sebagai “kejahatan perang,” dan menuduh pasukan Israel “telah melampaui seluruh batas.”
Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan yang “menghantam sebuah rumah sakit yang berisi wanita, anak-anak dan warga sipil tak berdosa” merupakan “contoh terbaru dari serangan Israel yang tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar.”
Lebih jauh Erdogan mengajak “seluruh umat manusia untuk mengambil tindakan guna menghentikan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.”
Presiden AS Joe Biden yang saat ini sedang mengunjungi Israel mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjami Netanyahu: “Intinya saya sangat sedih dan marah atas ledakan rumah sakit di Gaza kemarin, dan berdasarkan apa yang saya lihat, sepertinya itu dilakukan oleh pihak lain, bukan Anda, tapi ada banyak pihak di luar sana yang tidak yakin, jadi ada banyak hal yang harus kita selesaikan.”





