PDIP Pilih Mahfud Dampingi Ganjar di Pilpres 2024

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berfoto bersama setelah deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung PDI-P, di Jakarta, Rabu, 18 Oktober 2023. (Foto: Indra Yoga/VOA)
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berfoto bersama setelah deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung PDI-P, di Jakarta, Rabu, 18 Oktober 2023. (Foto: Indra Yoga/VOA)

Setia mengajar

Mahfud, yang kelahiran Madura 13 Mei 1957, memiliki rekam jejak yang luar biasa di dunia kampus, badan legislatif dan eksekutif.

Bacaan Lainnya

Sejumlah jabatan pemerintahan yang pernah dijalaninya antara lain menjadi menteri pertahanan pada 2000-2001 dan menteri kehakiman dan hak-hak asasi manusia (HAM) pada 2001. Pada 2008 hingga 2013, Mahfud menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kepartaian, Mahfud pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa PKB pada 2002 hingga 2005.

Mahfud juga beberapa kali terpilih menjadi dewan rakyat, antara lain menjadi anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 2006 hingga 2007, anggota Komisi III DPR RI pada 2007-2008 dan Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI pada tahun yang sama.

Dengan berbagai jabatan publik itu, Mahfud MD tetap menjadi pengajar aktif pada program pasca sarjana dan doktoral di lebih dari sepuluh universitas.

Dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Kediri pada 2003-2006.

Incar suara Nadhlatul Ulama

Pengamat politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Sri Nuryanti mengatakan kepada VOA bahwa pemilihan Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar Pranowo terjadi pada menit-menit terakhir atau last minute, mirip dengan yang terjadi pada 2019.

Namun, kata Sri, pilihan itu tentunya sudah melalui pertimbangan yang masak, terkait elektabilitasnya, dukungan massa pendukung – kader, simpatisan, atau masyarakat umum.

“Biasanya dari pihak koalisi memetakan basis dukungannya,” kata Sri.

Ia juga melihat pemilihan Mahfud ini tidak lepas dari upaya PDI-Perjuangan dan partai-partai yang berkoalisi dengannya untuk meraih suara Nadhlatul Ulama.

“Masa NU ini menjadi perebutan di setidaknya tim Anies-Cak Imin (Muhaimin Iskandar.red), yang memang ada unsur PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)-nya, dan sekarang Ganjar-Mahfud,” papar Sri.

Lebih jauh ia mengatakan meraih suara organisasi massa di Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya menjadi signifikan maknanya dalam proyeksi elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Para pemimpin partai yang berkoalisi dengan PDI-Perjuangan ikut hadir saat pengumuman calon wakil presiden ini, yaitu Pelaksana Tugas Ketua Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Mardiono, Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang, dan Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 781

Pos terkait