Studi: Pinjaman Tiongkok ke Afrika Anjlok ke Level Terendah

Warga Kenya menyaksikan kereta kargo SGR meninggalkan Mombasa menuju Nairobi, 30 Mei 2017. Proyek ini merupakan investasi senilai $3,3 miliar yang didukung China. Namun, studi menunjukkan jumlah pinjaman China ke Afrika kini telah menurun tajam.
Warga Kenya menyaksikan kereta kargo SGR meninggalkan Mombasa menuju Nairobi, 30 Mei 2017. Proyek ini merupakan investasi senilai $3,3 miliar yang didukung China. Namun, studi menunjukkan jumlah pinjaman China ke Afrika kini telah menurun tajam.

JOHANNESBURG, AFRIKA SELATAN (VOA)  – Ketika Tiongkok memperingati 10 tahun peluncuran proyek infrastruktur globalnya, yaitu Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), data baru menunjukkan bahwa pinjaman Beijing ke negara-negara Afrika telah anjlok ke level terendah dalam hampir dua dekade.

Sebuah makalah yang dirilis minggu ini oleh para peneliti di Global China Initiative di Universitas Boston mengatakan pandemi, keterpurukan ekonomi di dalam negeri, perubahan kebijakan, serta kekhawatiran soal utang Afrika adalah beberapa alasan mengapa pinjaman pada 2021 dan 2022 turun di bawah $2 miliar untuk pertama kalinya sejak dimulainya kebijakan BRI Tiongkok tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada 2000-2022, pemberi pinjaman di Tiongkok telah memberikan utang $170 miliar ke Afrika – salah satu mitra utama BRI – menurut penelitian tersebut. Namun setelah mencapai puncaknya pada tahun 2016 sebesar lebih dari $28 miliar, jumlah pinjaman ke Afrika turun drastis dalam dua tahun terakhir.

Pada 2021, Tiongkok meminjamkan $1,22 miliar ke Afrika, dan tahun lalu hanya sembilan pinjaman senilai $994,48 juta yang ditandatangani.

“Tren menunjukkan bahwa rata-rata dan jumlah pinjaman menurun dan kerangka kebijakan di Tiongkok juga berubah, yang membuat kita memperkirakan pinjaman berskala lebih kecil di atas $500 juta,” kata pemimpin peneliti Oyantarelado Moses kepada VOA melalui email.

“Pada saat yang sama, kerangka kebijakan baru mengenai pinjaman kecil dan/atau indah yang berasal dari Tiongkok menunjukkan bahwa akan ada lebih banyak pinjaman bernilai kecil.”

Total Views: 798

Pos terkait