Masih ada Kekurangan
Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengatakan dari segi sarana, prasarana maupun infrastruktur secara keseluruhan dari LRT Jabodebek ini sudah cukup bagus. Namun, ia menekankan bahwa integrasinya dengan moda transportasi lain masih buruk.
“Yang harus diperbaiki adalah soal integrasinya. Itu yang saya kira menjadi problem, terutama di stasiun-stasiun baik yang ke arah Harjamukti, Cibubur maupun yang arah Bekasi Timur. Itu saya kira integrasinya masih buruk sehingga itu yang menjadi PR supaya orang itu bisa mudah melakukan perjalanan dengan menggunakan Jabodebek. Tidak ada angkutan umum (menuju stasiun LRT). Kalaupun ada angkutan umum, itu tidak bisa masuk di stasiunnya,” ungkap Darmaningtyas.
Sementara dari segi tarif, ia menilai, harga tersebut sudah cukup kompetitif bagi pengguna mobil pribadi. Menurutnya, jika sudah terintegrasi dengan moda transportasi lain secara baik, maka kalangan menengah ke atas tersebut akan beralih menggunakan LRT Jabobedek. Meski begitu, ia berpendapat tarif tersebut masih cukup mahal untuk pengguna sepeda motor dan KRL Commuter Line Jabodetabek.
“Biasanya alasan orang mau menggunakan angkutan umum atau tidak itu waktu tempuhnya. Kalau waktu tempuhnya cukup kompetitif, saya kira orang akan menggunakan angkutan umum. Kalau saya pernah naik itu bisa 45 menit tepat, nah itu menarik. itu dari Bekasi Timur ke Dukuh Atas dan Cibubur ke Dukuh Atas. Kalau naik mobil pribadi tidak ada kepastian waktu. Ini saya kira nilai lebih dari LRT,” katanya.
Pandu Adji Prakoso, seorang warga yang ikut menjajal LRT Jabodebek dari stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat merasakan waktu tempuh perjalanan yang lebih singkat ke ibu kota dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ia pun tertarik dan juga bangga bahwa transportasi publik saat ini sudah semakin banyak pilihannya dan cukup terintergasi.
“Saya rasa LRT ini cukup menjadi solusi untuk memecah kemacetan yang ada di Jakarta. Terus juga tadi saat mencoba dari Harjamukti, itu menurut saya sangat cepat. Biasanya kalau ditempuh dengan jalan tol dan jalan biasa itu bisa sampai 30-40 menit. Sedangkan ini saya cukup sampai 15 menit sudah sampai Cawang. Saya harap untuk LRT, bisa lebih banyak rutenya, lebih bervariasi karena saya merasa ini menjadi solusi kemacetan untuk daerah lain,” papar Pandu. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






